Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Musim Hujan, Petani di Jombang Tetap Tanam Melon Meski Berisiko Terserang Penyakit Jamur

Ainul Hafidz • Senin, 8 Januari 2024 | 15:21 WIB

 

Sejumlah buruh tani di Dusun Bekel, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Jombang melakukan persiapan tanam melon diawal musim hujan, Jumat (5/1).
Sejumlah buruh tani di Dusun Bekel, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Jombang melakukan persiapan tanam melon diawal musim hujan, Jumat (5/1).

RadarJombang.id - Tak semua petani tanam padi saat musim hujan. Seperti sejumlah petani di Dusun Bekel, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak Jombang ini.

Beberapa petani di desa ini, memilih menanam melon di musim hujan, meski dihantui serangan penyakit jamur.

Pantauan di lokasi, lima orang petani tampak sibuk mempersiapkan tanam melon. Mereka mempunyai bagian sendiri.

Ada yang melubangi plastik berwarna krem menggunakan alat. Lainnya memasang potongan kayu. Sisanya menabur bibit melon ke setiap lubang.

Syamsul Arifin salah seorang petani mengatakan, menanam melon setiap musim hujan sudah dilakukan sejak empat tahun terakhir.

”Dalam setahun saya menanam tiga kali melon,” kata Arifin.

Dikatakan, musim tanam dimulai pada Januari, lalu April dan Agustus.

”Kecuali November sampai Desember tidak tanam,” imbuh dia.

Ada banyak alasan kenapa dia memilih tanam melon saat musim hujan.

Salah satu di antaranya tak banyak petani yang menanam tanaman serupa sehingga pesaingnya juga cenderung tak ada.

”Sebenarnya pengaruh ke tanaman saat hujan tidak seberapa, yang terpenting sawah lokasinya agak tinggi, bukan daerah genangan air,” tambah warga Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo ini.

Baca Juga: Sambut Kemarau Panjang, Petani Melon di Jombang Semringah

Karena alasan itu, dia kemudian menyewa sawah di Dusun Bekel.

Lokasi ini dinilai cocok karena permukaan tanah lebih tinggi dan jarang terjadi genangan. ”Di sini lebih tinggi,” lanjut lelaki berusia 28 tahun ini.

Menurut dia, yang terpenting tanaman melon selama musim hujan harus dirawat secara ekstra.

”Pokoknya tidak sampai kebanjiran Insya Alah aman,” tutur dia.

Meski begitu, serangan penyakit masih mengintai. Paling sering yakni serangan jamur.

”Itu jelas muncul ketika hujan, tapi masih bisa dikondisikan dengan penyemprotan obat. Nanti setiap hari harus disemprot, supaya serangannya tidak banyak,” lanjut Arifin.

Dari lahan seluas 6.300 meter per segi, seluruhnya ditanami melon. Pertengahan Januari hingga akhir Maret harus ekstra melakukan pewaratan.

”Tahun lalu dijual tebasan dapat 28 ton dengan berat satu buahnya hampir 2 kilogram, terjual, mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak,” kata Arifin. (fid/ang/riz)

Editor : Achmad RW
#petani #hujan #Jombang #Melon #musim