RadarJombang.id - Pernyataan HRD Pabrik Pupuk Maxxi Agri yang menyebut sudah ada kesepakatan perihal penghilangan JUT dibantah BPD Betek, Mojoagung, Jombang.
M Okky Mabruri Ketua BPD Betek, mengatakan memang pernah ada pertemuan dengan pihak pabrik namun belum ada kesepakatan soal penghilangan JUT itu.
Okky membeber, dalam pertemuan itu pihak pabrik menawarkan dibuatkan jalan lewat sisi utara pagar pabrik.
”Selain itu mau dibuatkan sumur bor,” katanya.
Dia menyebut, hasil pertemuan tersebut belum ada titik temu. Pihak BPD hanya ingin mengfungsikan JUT kembali.
”Jadi tembok pagar yang menghalangi jalan dibuka kembali seperti semula,” tegasnya. Namun kenyataannya, pihak pabrik tetap membangun pagar hingga selesai.
Ia sendiri sudah berkoordinasi pemerintah desa untuk kembali melakukan pertemuan dengan pabrik.
”Waktu itu kami mengirimkan surat untuk melakukan pertemuan dengan pabrik. Tapi pihak pabrik tidak bisa,” ungkapnya.
Begitu juga pada pertemuan berikutnya, lagi-lagi pihak pabrik tidak datang.
”Kami ingin bertemu pihak pabrik karena ingin menyampaikan penolakan,” pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang memprotes berdirinya Pabrik Pupuk Maxxi Agri di desanya yang menghilangkan JUT.
Baca Juga: Sedih! Petani Jombang Kesulitan Pupuk Subsidi di Awal Musim Tanam
Akibat hilangya JUT itu, petani harus meutar hingga 2 kilometer untuk bisa menuju sawahnya.
Sementara Andi Rahmat selaku HRD PT Maxxi Agri, ketika dikonfirmasi mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pihak desa, BPD maupun petani terdampak.
Pihaknya bahkan mengklaim hasil pertemuan tersebut sudah ada kesepakatan JUT digantikan di sebelah utara.
”Kami mempunyai tanah sebelah utara untuk menggantikan JUT. Sehingga petani masih mempunyai akses ke sawah. Jadi tidak perlu memutar kembali,” tegas Andi. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW