RadarJombang.id – Tidak hanya daging ayam broiler, harga sayur mayur di pasar tradisional di Jombang juga terpantau mengalami kenaikan saat momen nataru.
Kendati demikian, ada juga sejumlah komoditas sayuran yang mengalami penuruan harga seperti cabai rawit dan cabai merah.
Seperti pantuan di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang kemarin, sejumlah sayur mayur yang mengalami kenaikan.
Diantaranya sayuran jenis timun, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 7 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 8 ribu per kg.
Kenaikan harga juga terpantau terjadi pada sayur kubis, yang sebelumnya di harga Rp 8 ribu per kg naik menjadi Rp 9 ribu per kg.
Begitupun untuk wortel, yang sebelumnya di harg Rp 12 ribu per kg menjadi Rp 14 ribu per kg.
”Yang parah itu tomat dulu itu harganya Rp 8 ribu naik menjadi Rp 14 ribu, kini naik menjadi Rp 18 ribu per kg,” ujar Halimah pedagang sayuran di PCN.
Tidak hanya itu, kebutuhan pangan lain seperti bawang putih dan bawang merah juga mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan mencapai Rp 2 ribu per kg.
”Bawang putih sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg. Bawang merah dari harga Rp 29 ribu menjadi Rp 32 per kg,” bebernya.
Meski begitu, sebagian komoditas sayuran lainnya mengalami penurunan.
”Cabai merah dari Rp 85 ribu menjadi Rp 50 ribu per kg, sedangkan cabai rawit Rp 105 ribu menjadi Rp 85 ribu per kg,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Nataru Harga Cabai di Jombang Tembus Rp 100 Ribu Per Kg, Bumbu Dapur juga Merangkak Naik
Hal senada juga disampaikan Suryo, pedagang Pasar Pon mengaku kenaikan harga sayur mayur memang sering terjadi pada saat momen Natal dan tahun baru.
”Seperti biasa mas harga selalu naik kalau Natal dan tahun baru,” bebernya.
Terlebih lagi, cuaca yang tak menentu berdampak pada produktivitas sayuran.
”Jadi seperti tomat itu naiknya cukup parah hingga mencapai Rp 18 ribu per kg. Sepertinya memang banyak yang gagal panen,” pungkas Suryo. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW