JOMBANG - Jelang perayaan natal dan tahun baru (nataru) 2024, harga kebutuhan dapur di pasar tradisional di Jombang, terus merangkak naik.
Tak hanya cabai rawit yang harganya sekarang tembus Rp 100.000 per kilogram, harga bumbu dapur juga mengalami kenaikan.
Seperti diungkapkan Bakri, 58, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, menyampaikan harga bumbu-bumbu dapur mengalami kenaikan cukup tinggi seiring dengan nataru yang semakin dekat.
Setiap hari, harganya berubah lebih tinggi dibanding dengan hari-hari biasa.
"Cabai rawit sekarang tembus Rp 100 ribu per kilogramnya (Kg). Sudah sejak tiga hari lalu," katanya.
Khusus cabai rawit ini ia memprediksi bakal terus naik seiring dengan perayaan nataru yang semakin dekat.
"Perkiraan masih terus naik harganya, tahun baru dan natal, karena banyak petani cabai gagal panen," tutur dia.
Tak hanya cabai rawit, harga bumbu dapur lainnya juga mengalami kenaikan cukup tajam, seperti bawang merah, bawang putih hingga tomat.
"Bawang merah yang biasanya Rp 28.000, kini menjadi Rp 32.000 per kilogram.
Bawang putih dari Rp 28.000, naik menjadi Rp 32.000 per kilogram.
Tomat juga naik dari Rp 3.000 sekarang menjadi Rp 12.000 per kilogram," beber Bakri.
Baca Juga: Harga Telur di Jombang Terus Menanjak, Ini Beberapa Penyebab Utamanya
Hal senada disampaikan Sriatin pedagang bumbu dapur dan sayur mayur di Pasar Ngoro, yang menyebut kenaikan harga kebutuhan dapur tidak hanya terjadi pada bumbu, tapi juga sayur mayur mengalami kenaikan harga.
”Harga sayuran juga mengalami kenaikan,” sambungnya.
Sayur mayur yang mengalami kenaikan itu di antaranya mentimun dari semula Rp 8.000, kini menjadi Rp 14.000 per kilonya. Wortel dari harga Rp 12.000 per kilogram, kini menjadi Rp 14.000 per kilogram.
”Kalau naik begini omzet juga berkurang, karena sepi pembeli,” pungkas dia. (yan/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz