JOMBANG – Hujan turun membuat sekitar 50 rumah warga Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, yang lokasinya di pinggir proyek jalan cor di Mojoagung mulai tergenang air.
Ini setelah proyek jalan cor Mojoagung - Mojoduwur tak dilengkapi dengan pembangunan drainase.
”Ya, saat audiensi perwakilan warga bersama kontraktor dan pemkab Jombang disampaikan jika tidak ada dana untuk pembangunanan drainase di proyek jalan cor itu,’’ ujar Kepala Desa Dukuhmojo, Mojoagung Nur Aini Ruba’i, Kamis (23/11).
Lantaran batal dibangunkan drainase, banyak warganya yang mengeluh terutama saat hujan turun seperti sekarang ini.
Elevasi jalan cor yang lebih tinggi, secara otomatis air menggenang di permukiman warga.
”Kasihan warga, terutama warung, kalau hujan pembeli tidak bisa masuk karena air menggenang,’’ tambahnya.
Karena itu pihaknya akan terus mengawal janji pemkab yang akan membangun drainase di sisi kanan kiri jalan agar air tidak tergenang saat musim hujan.
”Untuk sementara ditanggul sendiri oleh warga, sebab proyek nguruk belum optimal bahkan diberikan sedikit-sedikit,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, proyek jalan cor ruas Mojoagung – Mojoduwur ternyata tak dilengkapi perbaikan drainase. Ini setelah anggaran mepet.
Jika tidak ada perubahan, perbaikan saluran drainase baru dilakukan tahun depan.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Cor di Mojoagung Jombang Lemot, Warga Gelar Unjuk Rasa
Sementara itu, petugas masih memberlakukan buka tutup jalur untuk mengatur lalu lintas di ruas Mojoagung – Mojoduwur.
Hanya kendaraan roda empat dan roda dua yang diizinkan melintas di lajur timur. Sedangkan kendaraan besar dialihkan ke jalur lain. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW