JOMBANG – Tidak hanya harga cabai yang melonjak tinggi di Jombang, harga komoditas telur ayam juga mengalami kenaikan cukup signifikan.
Saat ini, harga telur di tingkat peternak di Jombang telahmencapai Rp23.500 per kilogram (kg).
Selain harga pakan yang naik, kenaiknya harga telur di Jombang dipengaruhi juga dipengaruhi kondisi cuaca.
”Sudah sekitar sepekan ini naik. Sekarang naik di harga Rp23.500 per kilo,” kata Teddi Purwanto, 42, salah satu peternak ayam di Desa/Kecamatan Mojowarno (19/11).
Teddy menerangkan, sebelumnya harga telur di tingkat peternak masih di kisaran Rp21.500.
Namun, belakangan peternak terpaksa menaikkan harga jual telur menjadi Rp23.500 disebabkan stok barang berkurang.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini membuat produktivitas ayam petelur menurun.
”Ya sekarang kan habis panas, tiba tiba hujan. Kemudian panas lagi, jadi mempengaruhi produksi telur,’’ tambahnya.
Selain itu, kenaikan harga telur juga dipicu kenaikan pada harga pakan.
Jika sebelumnya harga pakan Rp360 ribu per 50 kilogramnya, kini naik jadi Rp375 ribu per kilogramnya.
Baca Juga: Harga Kedelai Selangit, Perajin Tahu di Jombang Menjerit
"Adanya kenaikan pakan selisih Rp15 ribu rupiah per saknya itu," imbuhnya.
Padahal, dalam setiap harinya, ia membutuhkan paling tidak 250 kilogram pakan.
"Di kandang saya kan ada 2.200 ekor ayam, jadi kebutuhannya juga besar," tambah Teddi.
Menurutnya, kenaikan harga telur di tingkat peternak cukup tinggi tentunya berdampak pada harga terlur di pasaran.
”Tentunya harga di pasar juga naik,” imbuhnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW