JOMBANG – Ekskavasi tahap III Situs Mbah Blawu di Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto dimulai kemarin (14/11).
Di hari pertama, kegiatan masih fokus pembersihan tumpukan limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang mengelilingi area situs.
Petugas mendatangkan satu unit ekskavator ke lokasi untuk mengeruk limbah b3 berupa slag aluminium itu.
Pantauan di lokasi, tumpukan limbah B3 jenis slag aluminum yang mengelilingi area situs kondisinya sudah mengeras.
Tampak petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang menggunakan ekskavator untuk mengeruk tumpukan limbah.
Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah XI Jawa Timur Albertus Agung Vidi Susanto mengatakan, di hari pertama ekskavasi, pihaknya fokus melakukan pembersihan limbah B3.
”Kali ini kita kerja sama dengan DLH serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. Karena di area ini, sudah lama ada tumpukan limbah, jadi agar tidak di sini lagi," ujar dia.
Setelah bersih dari limbah B3, selanjutnya akan dilakukan penggalian di area situs untuk menguak potensi arkeologi sampai sepuluh hari ke depan.
”Yang jelas eskavasi ini kita upayakan tetap melihat pada potensi arkeologi apa saja yang belum kita temukan, nantinya akan menjadi interpretasi bagi keberadaan situs ini,’’ tambahnya.
Vidi mengungkapkan, meski telah dilakukan ekskavasi tahun lalu, pihaknya mengaku keberadaan Situs Mbah Blawu hingga masih menyimpan potensi temuan arkeologis.
Baca Juga: Ekskavasi Lanjutan Situs Mbah Blawu Terganjal Tumpukan Limbah B3
”Belum diketahui indikasi dasar, kita masih melihat dugaan lain dari indikator lain, oleh sebab itu kita perlu melakukan ekskavasi lagi,’’ pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Dian Yunitasari membenarkan kegiatan ekskavasi tahap kedua di Situs Mbah Blawu sudah dimulai.
”Ya, hari ini sudah dimulai kegiatannya,” singkatnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW