Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tanah Sawah Masih Merekah, Petani Jombang Belum Mulai Tanam

Ainul Hafidz • Minggu, 5 November 2023 | 14:23 WIB

 

Kondisi sawah di Dusun kedungmacan, Desa Kedungbetik masih merekah, kekurangan air embuat petani belum mau memulai musim tanam
Kondisi sawah di Dusun kedungmacan, Desa Kedungbetik masih merekah, kekurangan air embuat petani belum mau memulai musim tanam

JOMBANG – Sebagian petak sawah di Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang dibiarkan kosong.

Sawah yang terkendala pengairan karena dampak kemarau panjang ini merekah.

Pantauan di lokasi, sebagian besar hamparan sawah tak lagi ada tanaman.

Paling banyak justru rekahan tanah. Lokasinya tak jauh dari Afvour Kedungbajul.

Kasun Kedungmacan Rokhim mengakui, sawah di Dusun Kedungmacan saat ini lebih banyak dibiarkan kosong.

”Sekarang hanya sebagian kecil  ditanami kedelai, banyak yang dibiarkan bero atau kosong karena kesulitan air,” katanya kemarin.

Menurut dia, kali terakhir petani memanen padi tahun lalu. Setelah itu, tak ada lagi petani yang mengolah sawah untuk perisapan tanam.

”Daripada rugi, karena kendala di situ selain hama juga airnya sulit,” imbuh dia.

Tak hanya musim kemarau, menurutnya ketika musim penghujan juga tak beda jauh.

”Di situ sulit, waktu musim hujan biasanya banjir. Kemarau malah kekurangan air,” ujarnya.

Hal itu terjadi setiap tahun. “Mungkin karena sekarang kemarau panjang jadinya agak lama nunggu tanam,” tutur dia.

Baca Juga: Saluran Induk Mrican Dikeringkan, Sawah Petani di Jombang Bakal Nganggur Hingga Akhir Tahun

Diperkirakan, awal bulan depan petani baru bisa kembali bercocok tanam.

”Sekarang nunggu hujan, mungkin awal Desember sudah mulai membajak sawah lagi,” tambah Rokhim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony, mengatakan, imbas kemarau panjang diprediksi tak terlalu berpengaruh pada musim tanam.

Karena memang di Jombang pola tanamnya masih sama.

Menurutnya, imbas kemarau panjang itu mengakibatkan kebutuhan pengairan sawah naik. Khususnya tanaman palawija.

”Seperti jagung, biasanya cukup dua kali. Karena intensitas panas bisa lebih dari dua kali,” imbuh dia. (fid/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#petani #sawah #Jombang #musim tanam