JOMBANG - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Bambang Dwijo Pranowo, menyampaikan informasi yang disampaikan BMKG.
Kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama dibandingkan musim kemarau sebelumnya.
Kondisi itu, juga diperkirakan akan membuat krisis air bersih juga berlangsung lebih lama lagi.
”Ya memang dampak El nino ini membuat kemarau tahun ini lebih panjang, estimasinya bakal berlangsung sampai pertengahan November mendatang,’’ ujar dia melalui Stevie Maria penanggung jawab operasional lapangan, kemarin.
Artinya, sampai musim hujan tiba, droping air bersih di lima titik akan terus dilakukan.
Setiap hari, 2-3 truk tangki yang mengangkut 5.000 liter air per kendaraan melakukan droping di lima titik yang terjadi kekeringan.
“Untuk sementara kami masih sanggup mengatasi. Namun kalau ke depan ada tambahan lagi, kita upayakan masih bisa,’’ tambahnya.
Meski begitu, ia tak menampik jika adanya kekeringan yang melanda lima dusun di Jombang mendapat atensi dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
Selain membantu dari sisi anggaran, BPBD Jatim juga membantu dalam akomodasri sarpras dan penanganan kebencanaan di Jombang.
Sampai dengan Kamis (26/10), masih ada lima dusun dengan total 1.994 jiwa yang terdampak kekeringan.
Masing masing di Dusun Serning, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, total ada 42 KK yang terdiri 140 jiwa.
Di Dusun Rapahombo ada 138 KK yang terdiri 775 jiwa, kemudian Dusun Brangkal ada 84 KK yang terdiri dari 768 jiwa.
Kedua dusun itu berada di Desa Jipurapah serta Dusun Tondowesi, Desa Klitih ada 108 KK yang terdiri dari 311 jiwa.
”Sejauh ini masih ada di lima titik. Tapi kita belum tahu kondisi ke depan seperti apa. Artinya kita sekarang masih fokus penanganan di lima titik itu,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW