JOMBANG - Kekeringan yang melanda Desa Klitih dan Jipurapah di Kecamatan Plandaan, Jombang terjadi juga karena tak berfungsinya Pamsimas yang berada di desa itu.
Dua program Pamsimas di Dusun/Desa Klitih, maupun di Dusun Brangkal, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, seluruhnya tak bisa dimanfaatkan warga saat kemarau panjang melanda.
Selain salah memilih titik sumber pengeboran, air baku yang keluar juga berasa asin. Sehingga warga mengalami krisis air bersih.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi, tak menampik bila program Pamsimas tak berfungsi sehingga warga dua kecamatan mengalami kekurangan air bersih.
”Setelah kita koordinasi dengan pemdes, dua Pamsimas air bakunya sekarang berkurang banyak,” katanya.
Di Dusun Klitih misalnya, sudah ada program Pamsimas sejak tiga tahun lalu. Sumber anggarannya dari pemerintah pusat.
”Posisi sekarang sudah tidak bisa dimanfatkan, karena air bakunya berkurang,” imbuh dia.
Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi program itu tak bisa berfungsi saat musim kemarau seperti sekarang lantaran sumber air yang ada ikut mengering.
Salah satu penyebabnya, di sekitar sumber merupakan hutan produksi.
”Kendalanya mungkin karena dari hutan produksi, pohonnya sudah ditebang, air akan berkurang banyak. Sehingga posisi di sana kosong,” ujar Agung.
Baca Juga: Ratusan Warga di Perbatasan Jombang Terdampak Kekeringan, Harus Gali Sungai Kering Agar Dapat Air
Disampaikan, ketika di sekitar sumber air baku merupakan hutan lindung kondisinya akan berbeda.
”Karena di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh ini tidak ada masalah, airnya sampai sekarang lancar biarpun lokasinya ada di tengah hutan,” tutur dia.
Ia menyebut, pengeboran di Dusun/Desa Klitih, Kecamatan Plandaan dilakukan hingga kedalaman 70 meter.
Sempat berpindah tempat, lantaran air baku berasa asin.
”Makanya untuk Dusun Tondowesi, Desa Klitih, khawatirnya juga begitu, ketika sudah dibor ternyata airnya asin, lokasinya juga ada di kawasan hutan produksi,” lanjut Agung.
Hal sama juga terlihat di Dusun Brangkal, Desa Jipurapah.
Program Pamsimas juga tidak bisa dimanfaatkan warga karena sumber airnya bukan dari pengeboran.
Melainkan memanfaatkan sumber mata air.
”Posisi sekarang sumber mata airnya juga kering, sehingga tidak bisa dimanfaatkan warga,” ujar dia.
Meski demikian, rencana tahun depan bakal ada kegiatan pengeboran.
Karena untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) dan pengolahan, serta sambungan ke rumah sudah ada. “Tinggal air bakunya saja,” tuturnya.
Sedangkan di Dusun Serning, Desa/Kecamatan Bareng, menurut Agung sudah terfasilitasi program Pamsimas.
Baca Juga: 2 Saluran Air yang Melintasi Jombang Kota Mengenaskan: Air Keruh, Berbau Busuk, Sampah Menumpuk
Hanya saja, manfaat program tersebut belum bisa dirasakan oleh seluruh warga.
”Cuma belum bisa mengcover semua warga, ada satu RT yang belum terfasilitasi,” lanjut dia seraya menyebut program bakal berlanjut tahun depan. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW