JOMBANG – Operasi pasar (OP) yang dilakukan Pemkab Jombang terkesan asal-asalan.
Selain tidak merata di seluruh kecamatan, OP yang dilaksanakan hanya sekali seminggu menjadi tidak efektif.
Sehingga harga beras di pasar tidak berubah. Bahkan, diikuti harga gula pasir dan kebutuhan lain yang terus meroket.
Di Pasar Sumobito misalnya, setelah sehari sebelumnya dilaksanakan operasi pasar, namun dalam perkembangannya kemarin (25/10), harga beras baik medium maupun premium masih tinggi.
Untuk harga beras medium rata-rata dijual dengan harga Rp 13.000 – Rp 13.500 per kilogram (Kg).
Sedangkan beras premium dijual lebih tinggi Rp 14.500 per-Kg.
Menurut Edy Kris Efendi salah satu pedagang, operasi pasar yang dilakukan sehari kemarin (24/10), tak membuat harga beras terkendali.
Hingga saat ini harga beras tak beranjak turun. ”Tetap mas harganya tidak berubah,” ujarnya saat didatangi di kiosnya, kemarin (25/10).
Ia menyebut, untuk beras medium jenis Ciherang dan IR-64 dijual dengan harga Rp 13.500 per-Kg.
Sedangkan beras premium jenis Bramu dijual dengan harga Rp 14.500 per-Kg.
”Naiknya sudah lama, sampai sekarang belum turun harganya,” ungkapnya.
Baca Juga: Hanya 2 Jam, 2 Ton Beras Operasi Pasar di Jombang Ludes Diserbu Warga
Menurutnya, OP yang dilakukan pemkab masih belum efektif untuk menekan harga beras di pasar. Sehingga harga jual beras sampai sekarang masih tinggi.
”Ya kurang efektif harganya juga belum turun,” tegas dia.
Hal senada disampaikan, Yanto pedagang beras di Pasar Ngoro, yang menganggap harga beras tidak bisa turun.
Operasi pasar yang sudah dilaksanakan dua pekan sebelumnya, ternyata tak ada gunananya.
Terbukti sampai sekarang harga beras tak bisa turun. Untuk jenis medium tetap di angka Rp 13.000 per-Kg.
Sedangkan premium tetap di angka Rp 14.000 per-Kg. ”Masih tetap tinggi, tidak turun,” ungkapnya.
Seharusnya, lanjut dia, untuk bisa menekan harga beras ini pelaksanaan OP yang dilakukan pemerintah tidak hanya seminggu sekali.
Akan tetapi terus dilakukan berturut-turut sampai harga beras turun. ”Kalau bisa juga merata di seluruh pasar tradisional. Jangan hanya sebagian pasar saja, percuma” pungkas Yanto dengan nada tinggi. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW