JOMBANG - Pelaksanaan operasi pasar (OP) yang dimulai sejak dua pekan lalu di sejumlah pasar tradisional di Jombang, ternyata tak berdampak signifikan pada harga beras.
Hingga kemarin (24/10), harga beras yang dijual di pasar masih tinggi, baik jenis medium maupun premiun.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang Nur Kamalia, tak menampik bila harga beras baik medium maupun premium di pasaran masih melambung tinggi.
Operasi pasar akan dilaksanakan di pasar yang belum mendapat pasokan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
”Memang tadi di Pasar Sumobito harga beras masih tinggi. Makanya operasi pasar dilaksanakan di Pasar Sumobito,” ujarnya.
Harga beras premium saat ini dijual mulai harga Rp 14.000 per-Kg hingga Rp 15.000 per-Kg. ”Harga beras medium Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per Kg,” katanya.
Dia menyebut, operasi pasar akan terus dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional. Termasuk Pasar Blimbing dan Pasar Tapen.
Terutama di lokasi yang masih belum mendapatkan beras SPHP. “Beras SPHP ini merupakan subsidi pemerintah,” terangnya.
Pihaknya juga tetap menindaklanjuti pedagang yang akan mendapatkan pasokan beras SPHP.
Di setiap lokasi OP, beras yang disiapkan sebanyak 2 ton medium dan 0,5 ton premium.
Dengan kemasan 5 Kg beras medium seharga Rp 51.000 dan beras premium Rp 66.000.
”Sehingga ini bisa menjadi barometer untuk menekan harga beras yang semakin tinggi,” pungkas Nur. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW