JOMBANG - Keluhan sungai yang tercemar limbah plus sampah juga dirasakan warga Dusun Mancar Selatan, Desa Mancar, Kecamatan Peterongan.
Tak pelak, kondisi sekunder Rejoagung yang ditumpuki sampah dan limbah di depan permukiman itu juga disertai bau menyengat.
Pantauan di lokasi, tampak tumpukan sampah menumpuk di salah satu bendungan saluran Rejoagung.
Selain sampah rumah tangga, ada juga berbagai macam sampah plastik hingga bangkai hewan.
Kondisi itu, diperparah dengan aliran air yang menyisakan limbah.
al itu menimbulkan bau busuk menyengat di sekitar permukiman warga.
”Kondisinya memang begini, apalagi kalau musim kemarau tidak ada aliran air sehingga menumpuk di sini,’’ keluh Heriyanto, 55, salah seorang warga, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (24/10).
Ia menyampaikan, kondisi sungai dengan tumpukan sampah dan bau sangat menyengat itu terjadi hampir setiap tahun. Khususnya saat musim kemarau.
”Karena kalau musim hujan kan sampah dan limbah langsung terbawa air. Tapi kalau kemarau begini berhenti,’’ terangnya.
Ia sendiri sudah melaporkan hal tersebut kepada perangkat desa.
Namun, karena persoalan limbah menjadi urusan Pemkab Jombang, maka tidak ada tindaklanjut sampai sekarang.
Baca Juga: Sungai dan Saluran di Kabupaten Jombang Diprediksi Mengering hingga Desember
”Sudah sering di foto-foto petugas, tapi ya tidak ada tindaklanjut,’’ tegasnya.
Kepala Desa Mancar Nur Prasetyo, membenarkan sungai yang ada di Dusun Mancar Selatan setiap tahun penuh sampah dan berbau sangat menyengat.
“Kondisinya seperti itu khususnya saat musim kemarau,’’ ujarnya.
Dia sudah menindaklanjuti keluhan warganya dengan melaporkan ke Pemkab Jombang.
Namun sampai sekarang belum ada tindaklanjut signifikan.
”Dulu kita sudah rapat koordinasi, tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut,’’ tegas dia. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW