JOMBANG – Sejumlah fasilitas rusak di Trotoar Wahid Hasyim Jombang belum sepenuhnya berjalan optimal. Salah satunya terkendala faktor anggaran.
Pantauan di lokasi, di sejumlah titiknya, terlihat material rangka besi vertical garden atau taman vertikal mulai karatan kembali.
Warnanya yang semula hitam pekat terlihat mulai kecokelatan.
Selain itu, tampak di sejumlah titiknya terdapat pasangan keramik yang pecah termasuk sejumlah kerusakan fasilitas lainnya juga masih dijumpai.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan tak menampik kondisi itu.
Saat ini kewenangan pemeliharaan failitas taman di trotoar KH Wahid Hasyim menjadi kewenangan DLH. ”Iya, untuk taman vertikal ikut DLH,” kata Amin.
Munculnya kerusakan itu, menurut Amin, sementara belum dilakukan penanganan.
Itu setelah sejak verifikasi lapangan atau sebelum serah terima kepada empat OPD belum ada identifikasi ulang.
”Secara umum, konstruksi besi tidak ada kerusakan dan masih baik, tapi coba kita cek lagi,” imbuh dia.
Menurut dia, diperkirakan munculnya karatan itu lantaran catnya mengelupas.
”Yang jelas kemarin sebagian tanaman di situ sebagian sudah ganti,” ujar Amin.
Diakui, banyak tanaman di area itu yang mati. Namun, sementara ini belum seluruhnya dilakukan penggantian.
”Istilahnya kemarin kita sulami lagi, jadi tidak keseluruhan. Misalnya satu titik ada 5 atau 10 titik dari total 50,” lanjut Amin.
Sebagian pohon tabebuya yang mati, lanjut Amin, sementara ini masih dibiarkan.
Sebab, penggantian dijadwal bakal dilakukan memasuki musim penghujan.
”Untuk pohon perlakuannya sulit, sehingga baru bisa kita tanam paling November,” kata Amin. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW