JOMBANG – Kemarau panjang dan El Nino tahun ini berdampak siginifikan pada distribusi air di sejumlah sungai dan saluran irigasi di Jombang.
Dikarenakan ada penurunan debut air di wilayah hulu, kondisi sejumlah saluran mengering.
Setidaknya, itulah yang terlihat dari pantauan Jawa Pos Radar Jombang sejumlah saluran yang mengering.
Selain saluran induk Mrican Kanan dan beberapa saluran turunannya, beberapa saluran lain seperti Gude Ploso, Gude Denanyar, Jombang Wetan, Jombang Kulon yang masih masuk di DI Mrican seluruhnya juga tengah kering.
”Jadi faktornya ada beberapa, selain El Nino, ada juga karena kepentingan pekerjaan proyek. Dua daerah irigasi yang memasok air untuk saluran di Jombang debitnya memang kecil bahkan nihil,” terang Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang Sultoni.
Menurutnya, kondisi ini tak bisa dihindari bahkan dimungkinkan berlangsung hingga akhir tahun.
“Bahkan Ngotok Ring Kanal yang sebenarnya sungai besar juga terdampak. Debit sungai ini tinggal sedikit sekali, bahkan nyaris kering,” ungkapnya.
Hal yang sama, juga terjadi di sejumlah saluran dan sungai yang masuk DI Siman di wilayah timur Kawasan Jombang Kota.
Seperti beberapa afvour yang melintasi Kecamatan Peterongan hingga Kecamatan Mojoagung. Juga beberapa sekunder.
”Kondisinya tidak jauh beda memang, di DI Siman dan DI mrican kondisi debitnya kecil, dan dari BBWS juga ada kegiatan, sehingga debit memang harus sangat diminimalisir untuk percepatan pekerjaan. Apalagi pekerjaan juga lebih banyak di lantai saluran kan,” imbuhnya.
Pihaknya memperkirakan, kondisi ini masih akan bertahan paling tidak hingga beberapa bulan ke depan.
Menurut Sultoni, paling tidak kondisi sungai akan kembali pulih menjelang akhir tahun nanti.
“Paling tidak di akhir Desember, karena itu juga sudah selesai proyek, hujan juga diperkirakan mulai turun, serta sudah mulai masuk musim tanam juga,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW