JOMBANG - Respons soal petani di Dusun Pulodadi, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh yang sawahnya rusak diduga terdampak kolam ikan, juga datang dari kalangan dewan.
Ketua Komisi B DPRD Jombang Sunardi mendorong Pemkab Jombang segera menyelesaikan permasalahan yang menimpa petani itu.
Terlebih, sawah rusak yang diduga terkena rembesan limbah kolam ikan itu terjadi bertahun-tahun.
”Kita tidak bisa berkomentar banyak karena belum tahu penyebab pasti lahan perswahan tersebut, bila tidak dilakukan pengujian terlebih dulu,” ungkapnya.
Selain itu, dinas terkait juga harus bisa mencari solusi terbaik, agar permasalahan yang dirasakan petani bisa diselesaikan secepatnya.
”Agar semua orang tidak dirugikan baik petani maupun pemilik kolam,” beber dia.
Apalagi, menurutnya pihak yang kini tengah berkonflik itu notabene merupakan warga desa yang sama.
Karenanya, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan turun tangan untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan.
“Termasuk melihat tingkat kerusakan unsur tanah dan tanaman saat ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah petani di Dusun Pulodadi, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, mengeluh hasil panen sejak lima tahun terakhir merosot.
Penyebabnya, tanaman rusak atau padi tak bisa tumbuh normal lantaran diduga tercemar rembesan air limbah dari kolam ikan.
DInas Ketahanan Pangan dan perikanan (DKPP) Jombang, juga telah terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kualitas dan sampel air kolam.
Namun, sampel yang diambil itu masih harus diuji di laboratorium sebelum hasilnya bisa diketahui. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW