JOMBANG – Proyek pembangunan jembatan Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, tak berjalan lancar.
Ini setelah ada kendala pada tanggul Kali Konto dari pasir yang sering longsor.
”Jadi yang membuat agak lama karena tanggul dari pasir terus longsor, sehingga pekerjaan mengulang,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi, kemarin.
Ia mengatakan, pekerjaan di lapangan masih terus berjalan. Saat ini, sedang menuntaskan pemancangan untuk tiang pondasi jembatan.
Untuk sisi utara, pemasangan sudah rampung. Tinggal sebelah selatan.
”Jadi pemancangan hampir selesai, antara sisi utara dan selatan,” ujarnya.
Menurut dia, material tanggul dari pasir menjadi salah satu kendala yang dialami pelaksana proyek.
Sampai saat ini sudah ada treatment yang dilakukan.
”Posisi sekarang sudah dikasih gedek guling sama material penghambat longsoran, supaya pekerjaan tidak terus mengulang di situ,” ujar Agung.
Padahal, saat ini debit air sungai cenderung turun. Namun, kendala justru dialami pada material tanggul dari pasir yang longsor.
”Jadi ketika pondasi nanti sudah dicor, Insya Allah aman, karena paling rawan berada di bawah. Kita khawatir masuk musim hujan debit air naik,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasar pantauan di lokasi, kanan kiri tanggul sungai dipergunakan akses kendaraan berat.
Pekerjaan terfokus pada area tiang pancang. Terdapat beberapa pekerja sibuk menyedot air dengan menggunakan mesin pompa.
Untuk diketahui, awal September lalu progres pembangunan jembatan Desa Brodot tak berjalan sesuai rencana.
Hingga memasuki minggu keempat, persentase pekerjaan proyek bersumber APBD 2023 sebesar Rp 1,5 miliar itu mengalami minus hingga 3,4 persen. Salah satunya disebabkan ada perubahan perencanaan awal.
Dalam pertemuan dengan pemdes dan warga, ada masukan agar oprit jembatan tidak terlalu tinggi.
Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya menampung aspirasi warga. Landasan ke gelagar diturunkan 40 sentimeter dari titik awal, sehingga lebih landai.
Proyek ini dikerjakan CV Sinar Surya Cempaka dengan kontrak kerja mulai 14 Agustus selama 120 hari kalender atau berakhir 11 Desember nanti.
Jembatan yang dibangun memiliki panjang 20 meter dengan lebar 3,5 meter. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW