JOMBANG – Jalur perbatasan Jombang-Lamongan kini gelap gulita. Ini setelah lampu penerangan jalan umum (PJU) padam.
Matinya PJU di Jalur Provnsi Ploso-Babat itu, membuat pengguna jalan hanya mengandalkan penerangan dari kendaraan.
Di Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso misalnya, terdapat 13 lampu penerangan yang padam. PJU yang mati itu terlihat dalam seminggu terakhir.
”Pastinya kurang tahu sejak kapan, pokoknya semingguan ini mati,” kata Malik salah seorang warga.
PJU yang padam itu mulai dari depan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ploso ke utara. Tak ada satupun penerangan yang menyala.
”Arah ke selatan atau ke Desa Bawangan itu nyala semua, hanya dari sini ke Kabuh yang mati,” imbuhnya.
Kondisi serupa juga terpantau di Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh. Hampir semua lampu PJU yang terpasang di pinggir jalan itu padam.
Akibatnya, akses jalur perbatasan menjadi gelap gulita.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno, melalui Kabid Lalu Lintas Johan Kartika, membenarkan kondisi itu.
Johan mengatakan, penerangan yang terpasang di sepanjang jalan provinsi merupakan kewenangan Pemkab Jombang.
”Sementara belum ada laporan, biar dicek teman-teman besok (hari ini),” kata Johan.
Kalau memang padam, dia memperkirakan lampu PJU yang padam itu lantaran terjadi trouble pada jaringan listrik.
Jika hanya satu atau dua yang padam, maka lampunya yang rusak.
Meski demikian, pihaknya baru bisa mengetahui tingkat kerusakan setelah melakukan survei ke lokasi dahulu.
”Jadi jalannya ikut provinsi, sementara pemeliharaan PJU ikut kabupaten,” pungkasnya. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW