JOMBANG – Setelah diresmikan 21 September lalu, proyek Gedung Kesenian Jombang yang menyedot anggaran mencapai Rp 3,7 miliar terus dipersolek.
Pemkab Jombang kembali menganggarkan Rp 2,5 miliar dari P-APBD 2023 untuk memenuhi fasilitas dalam gedung Kesenian.
Fasilitas yang dimaksud, adalah alat musik hingga karpet untuk kelengkapan di dalam gedung kesenian ini.
”Ya kami mulai mengisi bagian dalam gedung kesenian akhir tahun ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Senen kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Peralatan yang bakal diadakan tahun ini di antaranya, 210 unit kursi senilai Rp 693 juta.
3 unit generating set senilai Rp 480 juta. 1 set gamelan gedung kesenian senilai Rp 420 juta dan Panel audio senilai Rp 288,9 juta.
Selain itu, satu paket lighting senilai Rp 182 juta, belanja karpet audience dan panggung selebar 486 meter persegi senilai Rp 148 juta.
Belanja paving halaman seluas 441,09 meter persegi dialokasikan sebesar Rp 110,2 juta.
”Ada juga 10 AC 2PK senilai Rp 105 juta, 2 unit AC 5PK senilai Rp 78 juta, dan 7 AC 1PK Rp 35 juta,” bebernya.
Seluruh pembelanjaan peralatan Gedung Kesenian Jombang tersebut melalui E-Katalog.
”Ya meski lebih dari Rp 200 juta bahkan Rp 1 miliar pun juga melalui E-Katalog kalau belanja barang,” jelas Senen.
Rencananya seluruh barang tersebut sudah bisa dimanfaatkan mulai Desember.
”Seluruhnya ditarget akhir tahun ini selesai, Desember semua barang sudah bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW