JOMBANG – Harga beras yang melambung tinggi dalam dua bulan terakhir, tak langsung direspons cepat para pengambil kebijakan.
Pemkab Jombang baru berencana menggelar operasi pasar di sejumlah titik, pekan depan.
“Kita akan gelar operasi pasar pekan depan, sekarang masih komunikasi dengan Bulog terkait dengan kebutuhan dan titik lokasi nya,’’ ujar Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jombang Agus Purnomo, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (6/10).
Dia tak menampik bila harga beras di pasar terus melambung tinggi. Khususnya jenis beras premium.
Dengan operasi pasar yang akan dilakukan nanti, besar harapannya dapat menekan harga beras sekaligus meringankan beban masyarakat dalam membeli beras.
”Nantinya akan kita sediakan dua jenis, harganya di bawah HET. Kalau HET kita kan Rp 10.900 per kilogram,’’ tambahnya.
Agus mengatakan, beras itu nanti akan ditempatkan di beberapa pasar tradisional di Jombang.
Soal jumlahnya berapa, masih dalam penghitungan.
”Harapan kami jangan sampai beras yang kita sediakan justru disalahgunakan oleh kios yang ada di pasar,’’ tandasnya.
Saat disinggung faktor kenaikan harga beras yang kian melambung di pasar tradisional, ia belum bisa menjelaskan secara rinci.
”Kalau sisi kecukupan masih aman, tapi kurang paham hingga sekarang masih tinggi,’’ papar dia.
Agus justru menyampaikan dalam hal penanganan inflasi. Dalam hal ini Pemkab Jombang telah mengalokasikan Rp 300 juta dari P-APBD 2023.
”Insya Allah anggaran pengendalian inflasi itu sudah kita dok. Sehingga bisa kita cairkan sewaktu waktu untuk menjaga stabilitasi harga pangan,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, harga beras premium jenis bramu masih tinggi di pasar tradisional, kemarin (5/10).
Akibatnya, sebagian besar pembeli beralih membeli beras medium jenis ciherang alias serang karena harganya lebih terjangkau.
”Ya, karena kalau beli bramu makin mahal. Sekarang sudah mencapai Rp 14.500 per kilogram (Kg),’’ ujar Ifa, 40, salah seorang pembeli beras asal Kesamben saat berbelanja di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.
Tak hanya dirinya, rata-rata pembeli yang datang lebih memilih beras medium karena harganya lebih murah.
Dia sendiri biasanya, membeli beras jenis bramu dengan harga 12.500 per Kg setiap dua minggu.
Namun, karena sekarang harganya mencapai Rp 14.500 per Kg, maka ia beralih ke beras jenis medium. ”Ya sekarang belinya jenis serang karena lebih murah,’’ jelas dia.
Terpisah, Sugandi salah satu pedagang beras, mengakui harga beras premium jenis bramu masih tetap di angka Rp 14.500 per Kg.
”Harga beras premium masih tinggi. Untuk bramu sekarang Rp 14.500 dari sebelumnya Rp 12.500. Kemudian medium jenis ciherang sekarang Rp 12.800 dari sebelumnya Rp 11.800,’’ ujarnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW