JOMBANG – Sedikitnya ada 6 penerangan jalan umum (PJU) Jembatan Baru Ploso yang dibiarkan padam.
Kondisi ini membuat akses jembatan dari selatan menuju ke arah utara ini jadi gelap gulita.
Pantauan di lokasi, ada delapan penerangan terpasang mulai sisi selatan atau dari Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, ke utara menuju Kecamatan Ploso.
Enam di antaranya dalam keadaan mati. ”Matinya sudah satu minggu,” kata M Irfan salah seorang warga Desa Bedahlawak.
Karena lampu mati itu akses dari menuju tengah jembatan menjadi gelap. Menurutnya, lampu PJU mati tak hanya kali ini saja.
Sebelumnya juga mengalami hal serupa. ”Dulu pernah mati terus diperbaiki, sekarang ada yang mati lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno, melalui Kabid Lalu Lintas Johan Kartika, mengatakan penerangan di sepanjang jembatan bukan kewenangan Pemkab Jombang.
”Jadi jembatan baru Ploso beserta PJU dulu dibangun pusat, lalu ada kesepakatan pemeliharaan diserahkan ke pemerintah provinsi (Pemrov),” katanya.
Sehingga sampai saat ini, kewenangan perbaikan PJU itu berada di Pemprov Jawa Timur. ”Pemeliharaan ikut provinsi,” imbuh dia.
Sebelumnya, Dishub juga sudah pernah melakukan perbaikan PJU mati.
Saat itu, meneruskan laporan warga. ”Jadi begini, di sana sempat eror. Sudah pernah saya sampaikan ke provinsi, karena siang terkadang menyala,” tutur Johan.
Karena itu pihaknya bakal menyampaikan kembali lampu PJU mati di jembatan baru Ploso.
”Bisa saja ketika pengaturan siang menyala, malam mati. Tapi, kita sampaikan lagi ke provinsi, karena di sana pakai jaringan listrik bukan panel surya,” pungkasnya. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW