Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Beras Premium Makin Melangit, Pebeli di Jombang Kini Beralih ke Beras Medium

Anggi Fridianto • Jumat, 6 Oktober 2023 | 13:03 WIB

 

Sugandi, pedagang beras di PCN Jombang saat menunjukkan barang dagangannya
Sugandi, pedagang beras di PCN Jombang saat menunjukkan barang dagangannya

JOMBANG – Harga beras premium jenis bramu masih tinggi di pasar tradisional Jombang hingga Kamis (5/10).

Akibatnya, sebagian besar pembeli beralih membeli beras medium jenis ciherang alias serang karena harganya lebih terjangkau.  

”Ya, karena kalau beli bramu makin mahal. Sekarang sudah mencapai Rp 14.500 per kilogram (Kg),’’ ujar Ifa, 40, salah seorang pembeli beras asal Kesamben saat berbelanja di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, kemarin.

Tak hanya dirinya, rata-rata pembeli yang datang lebih memilih beras medium karena harganya lebih murah.

Dia sendiri biasanya, membeli beras jenis bramu dengan harga 12.500 per Kg setiap dua minggu.

Namun, karena sekarang harganya mencapai Rp 14.500 per Kg, maka ia beralih ke beras jenis medium.

”Ya sekarang belinya jenis serang karena lebih murah,’’ jelas dia.

Terpisah, Sugandi salah satu pedagang beras, mengakui harga beras premium jenis bramu masih tetap di angka Rp 14.500 per Kg.

”Harga beras premium masih tinggi. Untuk bramu sekarang Rp 14.500 dari sebelumnya Rp 12.500. Kemudian medium jenis ciherang sekarang Rp 12.800 dari sebelumnya Rp 11.800,’’ ujarnya.

Ia tak menampik, bila sejumlah pelanggan sebelumnya membeli jenis premium, banyak yang beralih ke jenis medium.

”Karena harga medium sekarang adalah harga premium sebelumnya, yakni Rp 12.800,’’ papar dia.

Soal faktor kenaikan harga beras, ia menyebut karena stok beras di tengkulak yang semakin menipis.

Hal itu, seiring banyaknya daerah yang tidak menanam padi di musim kemarau.

”Sekarang ketigo (musim kemarau) banyak yang menanam jagung. Jadi stok beras minim,’’ jelasnya.

Ia menaksir kenaikan harga beras bakal bertahan sampai Februari 2024 jika tidak ada solusi nyata dari pemerintah.

”Karena sekarang stoknya sudah menipis dan diperkirakan stabil setelah musim panen pertama tahun depan,” pungkas dia. (ang/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#pasar tradisional #Jombang #harga beras