Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Saluran Induk Mrican Dikeringkan, Sawah Petani di Jombang Bakal Nganggur Hingga Akhir Tahun

Achmad RW • Selasa, 3 Oktober 2023 | 12:58 WIB

 

 

Sejumlah sawah di sekitar DI Mrican dipastikan bakal nganggur hingga akhir tahun ini akibat dikeringkannya saluran Induk Mrican
Sejumlah sawah di sekitar DI Mrican dipastikan bakal nganggur hingga akhir tahun ini akibat dikeringkannya saluran Induk Mrican

JOMBANG – Kondisi Saluran Induk Mrican dipastikan bakal mengering hingga akhir tahun.

Ini setelah ada pengeringan pada pekerjaan proyek lantai dan talud saluran yang berada di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Kediri.

Seperti terpantau di Desa Sembung, Kecamatan Perak, kondisi saluran masih terdapat air.

Namun tak seperti sebelumnya, lantaran air sudah berkurang.

Irigasi yang selama ini tak pernah surut, justru sebaliknya dan muncul banyak sampah maupun ranting pohon.

Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni, membenarkan bila ada pengeringan di saluran irigasi.

”Jadi pekerjaannya sampai Desember, lokasinya di Kabupaten Kediri dan Jombang,” katanya.

Dijelaskan, titik lokasi mulai dari Desa Sembung, Kecamatan Perak, hingga ke arah hulu di Kabupaten Kediri.

Ada dua item pekerjaan, yakni penanganan pada talud dan lantai irigasi.

”Sebenarnya ini usulan dari kecamatan kita teruskan ke pemerintah pusat tiga tahun lalu, mulai dari Sembung arah ke hulu termasuk induk DI Mrican,” imbuh dia.

Lantaran pekerjaan mengarah ke lantai sehingga irigasi  dilakukan penutupan atau lagi dialiri air.

”Lantainya harus kering, sehingga sementara ditutup dan tidak bisa ditawar lagi, mau tidak mau harus pengeringan,” tutur Sultoni.

Kondisi itu juga terdapat pekerjaan di induk irigasi yang berada di Kabupaten Kediri. Sehingga dampaknya bakal dirasakan mulai hulu hingga hilir.

”Jadi ini beda dengan pekerjaan di hilir seperti Sekunder Sentul, wilayah hulu tidak terdampak. Sekarang pekerjaan di sana (hulu, Red) maka hilirnya juga akan sama,” tambahnya.

Dikatakan, pemerintah pusat saat ini memang gencar melakukan perbaikan irigasi. Mulai dari hulu hingga hilir dilakukan penanganan.

”Sekarang teman-teman pusat proses menuju modernisasi irigasi. Artinya banyak anggaran untuk rehab di DI Mrican,” kata Sultoni.

Sebelumnya, sejumlah petani di Kecamatan Bandarkedungmulyo terpaksa harus menunda bercocok tanam.

Pasalnya, pasokan air irigasi sawah tersendat lantaran terdampak proyek di Daerah irigasi (DI) Mrican.

Saluran DI Mrican memang diperbaiki sehingga tak lagi bisa menyuplai sawah petani. (fid/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Mrican #sawah #Jombang #Saluran Induk