JOMBANG - Momentum lburan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan umat muslim berziarah ke wisata religi makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Seperti terpantau kemarin (30/9), ribuan peziarah memadati area makam yang terletak di kompleks Pondok Pesantren (ponpes) Tebuireng, Cukir, Kecamatan Diwek.
Pantauan di lokasi, tampak ribuan peziarah berdoa di sekitar area makam Gus Dur.
Tak hanya kalangan muda, anak-anak hingga lansia pun berjubel memadati area makam Gus Dur.
Umumnya, para peziarah datang bersama rombongan mereka. Usai mengikuti doa dan tahlil bersama, mereka beranjak keluar.
Tak berselang lama, area kemudian dipadati rombongan peziarah lain.
”Saya sudah sering ke sini bersama rombongan pengajian dari Sukorame,’’ ujar Kasno, 56, peziarah asal Kabupaten Lamongan kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.
Dijelaskan, setiap momentum hari besar Islam, ia bersama rombongannya sering berziarah ke makam Gus Dur. Selain makam Gus Dur di Tebuireng.
”Biasanya rombongan ke para wali. Jujugan terakhir di makam Gus Dur ini,’’ jelas dia.
Terpisah, Nurul, 48, salah satu petugas keamanan wisata religi makam Gus Dur mengatakan, ada peningkatan signifikan jumlah kunjungan peziarah pada momentum hari libur dengan hari biasa.
”Ya ada peningkatan signifikan. Kalau hari biasa kisaran 1.000 orang per hari, kalau hari libur seperti ini bisa sampai 3.000 sampai 4.000 peziarah setiap hari,” ujar dia ditemui wartawan koran ini.
Dijelaskan, ribuan peziarah yang datang tersebut datang dari berbagai daerah mulai Jawa maupun luar Jawa.
”Merata kalau asalnya, contohnya hari ini ada 14 bus dari Semarang,’’ tambahnya.
Sejauh ini, jam buka kunjungan peziarah makam Gus Dur masih tetap.
Yakni, sif pagi mulai jam 08.00 sampai pukul 15.00 dan sif malam mulai pukul 20.00 hingga 02.00.
”Untuk jam buka tetap tidak ada perubahan,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW