JOMBANG – Harga komoditi beras di pasar tradisional terus melambung. Terpantau di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang kemarin (26/9), untuk jenis premium harga jual tembus Rp 14.500 per kilogram. Padahal beberapa pekan lalu masih di angka Rp 13.000 per Kg.
Pantauan di lokasi, tampak pembeli silih berganti mendatangi lapak pedagang beras di area pasar koplakan.
Meski harganya mahal, mereka tetap membeli karena beras merupakan kebutuhan utama.
”Harganya memang cenderung naik. Ini saya beli ciherang sudah Rp 13.500 per Kg,’’ ujar Windi, 38 salah seorang pembeli.
Kepada Jawa Pos Radar Jombang, ia mengaku harga beras memang terus mengalami kenaikan setiap pekan.
Penyebabnya sendiri ia tidak tahu. Namun sebagai penjual nasi di warung kecil-kecilan seperti dirinya, kenaikan beras itu membuatnya harus mengatur seporsi makanan yang dijual. ”Ya mau tidak mau tetap beli beras,’’ jelas dia.
Menurut Suwito, 58, salah seorang pedagang beras, harga jual beras terus mengalami kenaikan.
Bahkan, rata-rata dua hari sekali, harganya terus berubah. Untuk jenis premium seperti bramo saat ini dijual dengan harga Rp 14.000 sampai Rp 14.500 per Kg.
Harga tersebut naik Rp 500 – Rp 1.000 dibanding beberapa bulan lalu.
”Ya untuk bramo memang paling mahal, mulai Rp 14.000 – Rp 14.500 per Kg tergantung jenis dan kualitasnya,’’ ujarnya.
Untuk beras jenis medium, seperti ciherang harganya dijual mulai Rp 12.500, Rp 13.000 hingga Rp 13.500 per Kg.
Semua jenis harga itu bergantung kualitas berasnya. ”Ada juga yang harga Rp 12.700 tergantung jenis dan kualitas,’’ papar dia.
Saat ditanya soal kenaikan harga, ia sendiri mengaku tidak tahu. Hanya dipastikan, kenaikan harga beras dipengaruhi pasokan beras yang semakin menurun seiring berkurangnya hasil panen di berbagai daerah.
”Saat ini kan musim ketigo (kemarau), jadi beralih tanam jagung semua. Otomatis stok beras di gudang jadi berkurang,’’ papar dia.
Ia menyampakan, kenaikan harga beras dirasakan sejak dua bulan lalu. Meski harganya cenderung tinggi, namun omset penjualan beras tak menurun, justru stabil.
Kebutuhan pokok tetap dicari sehingga beras tetap diburu pembeli. ”Yang beli tetap dan cenderung stabil. Sehari bisa jual sekitar 5-10 kuintal,’’ pungkasnya.
Sementara itu, pantauan di laman siskaperbapo yang dikelola Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyebutkan, harga beras di masing masing pasar tradisional juga mengalami peningkatan.
Seperti di Pasar Pon Jombang, jenis premium naik dari Rp 12.500 per Kg, menjadi Rp 13.500 per Kg. Untuk harga beras jenis medium tetap Rp 11.500 per Kg.
Kondisi sama juga terpantau di Pasar Cukir. Beras jenis premium kini dijual dengan harga Rp 13.500 per Kg.
Padahal, harga sebelumnya Rp 12.500. Sedangkan di Pasar Ploso juga tak berbeda jauh, dijual dengan harga Rp 13.500.
Dengan kata lain, naik Rp 1.000 dari harga semula Rp 12.500 untuk jenis premium. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW