Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Capaian Kinerja DLH Jombang Meningkat, Fokus Kelola Sampah Demi Lingkungan Bersih

Azmy endiyana Zuhri • Jumat, 22 September 2023 | 14:30 WIB
Bupati Jombang saat menerima penghargaan Adipura kategori kota sedang
Bupati Jombang saat menerima penghargaan Adipura kategori kota sedang

JOMBANG – Di era kepemimpinan Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah, pemerintah berupaya terus menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah.

Untuk mewujudkan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mempunyai program-program yang cukup kreatif.

Bahkan, tahun ini meraih penghargaan Krenova 2023 tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) dengan tema program P3 Terpadu LB3 Slag Alumunium dan Jombang Resik.

Selain itu, masih banyak program-program yang diwujudkan untuk mewujudkan visi Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing.

Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, mengatakan, DLH Jombang mempunyai program Jombang Berkadang.

DLH terlibat dalam Jombang Berkadang 2021-2022. Pada 2021, DLH menyediakan pembangunan sumur resapan terbangun sebanyak 3.106 unit di 302 desa.

’’Pembangunan sumur resapan dilakukan dalam rangka konservasi air yang  bertujuan menjaga keseimbangan alam dan hutan, menjamin ketersediaan kuantitas dan kualitas air dan mencegah bencana alam seperti banjir, longsor, kekeringan,’’ tuturnya.

Meningkatkan kualitas air Sungai Gude Ploso melalui pembentukan SJK (Santri Jogo Kali).

Kegiatan SJK yang utama adalah pendampingan masyarakat atau industri di sepanjang bantaran sungai Kali Gude Ploso.

Tujuannya untuk merubah budaya  masyarakat dari buang sampah ke sungai menjadi buang sampah ke tempat sampah atau TPS.

"Juga meningkatkan kinerja pengolahan air limbah industri yang membuang limbah ke sungai, merubah wajah sungai yang kotor menjadi bebas sampah,’’ bebernya.

Tidak hanya itu, kinerja pengelolaan sampah menunjukkan trend yang positif.

Dari Tahun 2018 hingga tahun 2023 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, mencapai 14,24 persen.

Awal tahun 2018 pengelolaan sampah hanya mencapai 27,09 persen menjadi 41,33 persen pada akhir 2022.

’’Pembangunan TPS3R semakin meningkat setiap tahun. Hal ini diupayakan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan reduce, reuse dan recycle di setiap lokasi TPS3R. Sebelum residu sampah harus dibuang di TPS/TPA,’’ ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan tempat pemrosesan akhir (TPA) Banjardowo dengan sistem sanitary landfill.

’’Pengembangan TPA Banjardowo merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities–Solid Waste Management (ERIC-SWM), dan diresmikan  pada 21 September 2022,’’ urainya. (yan/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#sampah #5 Tahun Kepemimpinan Bupati Mundjidah Wabup Sumrambah #DLH Jombang