Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kemarau Panjang, Petani Sawi di Jombang Penen Besar, Tapi Harganya Murah

Anggi Fridianto • Rabu, 20 September 2023 | 14:53 WIB
Mahfud, 42 salah satu petani sawi hijau di areal persawahan Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek kemarin (19/9).
Mahfud, 42 salah satu petani sawi hijau di areal persawahan Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek kemarin (19/9).

JOMBANG – Musim kemarau, sejumlah petani di Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek mencoba peruntungan menanam sawi.

Meski hasil panen melimpah, harga jual sawi di pasaran cenderung menurun.

Belum lagi petani dibuat waswas serangan hama ulat yang menyerang tanaman jelang panen.

Mahfud, 42, salah satu petani mengatakan, hasil panen sawi di musim kemarau saat ini cenderung melimpah.

Namun, harganya di pasaran cenderung menurun.

”Sekarang cuma Rp 1.500 per kilogramnya. Sebelumnya antara Rp 2.500 sampai Rp 3.000,” terangnya.

Soal menurunnya harga jual sawi hasil panennya itu, Menhfud mengaku tak mengetahui pasti.

Namun, disinyalir karena stok panen yang melimpah di beberapa daerah membuat harganya ikut menurun.

”Mungkin karena banyak yang panen akhirnya menurun,’’ tandasnya.

Dalam sekali panen di luasan sawahnya sekitar 1.400 meter persegi, Mahfud bisa mendapat hingga 1,5 kuintal sawi segar.

Sayur itu kemudian dijual ke beberapa pedagang yang ada di Pasar Cukir.

”Jualannya sudah ada pelanggan di Pasar Cukir,” imbuhnya.

Selain harga cenderung menurun, ia juga dibuat waswas serangan hama ulat.

”Hama ulat dan belalang masih ada. Tapi, tidak sebanyak saat musim hujan,” ungkapnya. 

Untuk mengatasi hama itu upaya penyemprotan dengan pestisida sering dilakukan.

Jika tidak, hasil panen terancam menurun. ”Tapi alhamdulillah bisa terkendali,’’ tambahnya.  (ang/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#petani #Jombang #sawi