JOMBANG – Pekerjaan pelebaran jalan di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, membuat akses jalan jadi menyempit.
Meski diberlakukan sistem buka tutup, namun tetap memicu debu bertebaran dari proyek pelebaran jalan itu.
Pantauan di lokasi, sebagian titik kanan dan kiri jalan dilakukan pengerukan. Pohon yang berdiri juga mulai ditebang.
Akses jalan menuju pusat Kecamatan Kesamben ini memang sedang dilakukan perbaikan dan pelebaran jalan. ”Jalannya mau dicor,” kata Hadi salah seorang warga.
Menurutnya, beberapa lokasi pengecoran sudah dilakukan. Sehingga akses jalan itu tak bisa dilalui kendaraan dari dua arah.
”Dekat kampung sudah dicor, jadi yang lewat sekarang gantian,” imbuhnya.
Aktivitas itu juga turut memicu munculnya debu yang bertebaran di mana-mana. Salah satunya lokasi bahu jalan yang sudah dikeruk.
Ketika kendaraan roda empat melintas, maka langsung diikuti debu yang bertebaran. ”Sudah disiram, tapi tidak bisa lama. Sekitar tiga jam kering lagi,” tutur Hadi.
Tak heran beberapa warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi pelebaran jalan itu hampir setiap hari ikut membasahi jalan. ”Biar nggak semakin parah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji, tak mengelak adanya paket perbaikan jalan.
”Untuk ruas di Kesamben ada tiga paket, masing-masing rekonstruki Sentul-Kesamben, rekonstruksi Talunkidul-Kesamben serta rehabilitasi Kesamben-Karangri,” katanya.
Selain perbaikan, tahun ini juga ada beberapa paket proyek pelebaran jalan. ”Di antaranya di Kesamben, sekarang pekerjaan masih berjalan,” pungkas Agung. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW