Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sambut Kemarau Panjang, Petani Melon di Jombang Semringah

Ainul Hafidz • Minggu, 27 Agustus 2023 | 19:46 WIB

 

Petani Melon di Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang sedang merawat tanamannya. Panjangnya musim kemarau tahun ini, membuat petani optimistis akan untung besar dengan hasil tanamannya
Petani Melon di Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang sedang merawat tanamannya. Panjangnya musim kemarau tahun ini, membuat petani optimistis akan untung besar dengan hasil tanamannya

JOMBANG – Sejumlah petani melon di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, menyambut musim kering dengan riang gembira. Mereka optimistis, dengan kemarua panjang ini hasil tanaman mereka akan lebih melimpah.

Seperti yang terlihat hingga Sabtu (26/8) kemarin, sejumlah mulai memasang lanjaran atau tempat menjalarkan tanaman. Hal itu dilakukan agar buah yang dipanen bisa lebih bagus.

”Kalau nggak dikasih lanjaran nanti buahnya ada di tanah, kalau sudah begitu biasanya rentan rusak,” kata Hadi salah seorang petani.

Hampir setiap sawah di desanya sudah  terdapat lanjaran pada tanaman melon. Lanjaran yang dibuat dari potongan bambu itu cukup ditancapkan di antara tanaman melon.

Biasanya teknik ini dipergunakan petani agar tanaman menjalar ke tempat dimaksud. Sehingga posisi buahnya menggantung.

Menurut dia, langkah itu dilakukan sebagai upaya melindungi buah melon. Nanti, tanaman melon tersebut bakal menggantung di antara potongan bambu.

”Jadi tinggal metik, buahnya nggantung bisa lebih bagus,” imbuh dia.

Dikatakan, hampir semua petani di desanya beralih menanam melon. Dimulai sejak awal Agustus atau saat awal musim kemarau.

”Untungnya sekarang cuaca juga mendukung, tidak hujan seperti tahun lalu,” tutur Hadi.

Karena itu dia optimistis panen sekarang hasilnya bisa melimpah. ”Kalau tidak kena hama atau penyakit Insya Allah melimpah, karena panen antara awal dan akhir Oktober,” tambah Hadi.

Hal serupa juga disampaikan Rusdianto petani lain, yang menganggap usia rata-rata tanaman melon sekarang berusia 20-25 hari.

”Ini masih aman, belum ada penyakit. Tapi, masuk 30 kadang sudah mulai ada jamur,” bebernya.

Selain penyakit, tak jarang hama ulat ikut-ikutan menyerang daun dan bakal buah. ”Yang diwaspadai dan selalu ada hama ulat, biasanya ya disemprot saja,” pungkasnya.

Wilayah Kecamatan Bandarkedungmulo selama ini memang banyak yang berganti menanam melon saat memasuki musim kemarau.

Dari total luas lahan sawah setempat tercatat ada 2.175 hektare itu diketahu 88 hektare di antaranya ditanami melon. Mayoritas berada di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo. (fid/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#bandarkedungmulyo #Jombang #kemarau #petani melon