Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

4 Hektare Sawah di Desa SIdomulyo Jombang Puso Gegara Kekeringan, Petani Merugi Jutaan Rupiah

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:59 WIB

 

Petani di Desa Sidomulyo, Megaluh, Jombang terpaksa mengganti tanaman padi mereka yang Puso gegara kekeringan dengan Jagung
Petani di Desa Sidomulyo, Megaluh, Jombang terpaksa mengganti tanaman padi mereka yang Puso gegara kekeringan dengan Jagung
 

JOMBANG – Kekeringan mengakibatkan sejumlah petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh tekor. Sawah yang ditanami padi milik mereka mengering dan puso karena kurang air.

Mereka harus gigit jari karena musim tanam (MT) kedua ini tak membuahkan hasil. Untuk 4 hektare sawah yang sudah ditanami padi, nilai kerugiannya mencapai Rp 4 juta rupiah.

”Sekitar 4 hektare sawah di desa kami mengalami kekeringan hingga gagal panen,” ujar Ali Asror Jaidi Ketua Gapoktan Sidomulyo, kemarin.

Dia mengalami gagal panen pada musim tanam kedua tahun ini. Nilai kerugian untuk biaya ongkos tanam yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 4 juta.

”Kemarin ongkos tanam sudah mengeluarkan sekitar Rp 4 juta di sawah seluas 4.000 m2,” katanya.

Nilai kerugian yang sudah dikeluarkan itu hanya untuk ongkos tanam saja. Biaya operasional lain seperti pemupukan, pengairan dan pengobatan, tak terhitung semua karena kondisi tanaman padi sudah sangat kering. Sehingga tak ada harapan panen.

Ia mengaku, kekeringan tahun ini memang dirasakan paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ”Dulu juga tidak separah ini, cukup parah,” katanya lagi.

Terlebih lagi, irigasi di area persawahannya tidak berjalan dengan baik. Sehingga tak semua sawah bisa teraliri dengan baik. ”Ya karena irigasinya ini tidak ada air. Jadi tidak bisa mengairi sawah,” bebernya.

Saat ini, tanaman padi yang gagal panen ia ganti dengan tanaman jagung, yang sudah berusia sekitar 2 minggu. ”Ini saya ganti jagung,” katanya.

Terkait bantuan bibit padi yang akan diberikan petani. Bantuan bibit padi yang katanya akan diberi, sampai sekarang belum ada. 

Berdasar informasi yang didapatkan, bantuan bibit padi tersebut akan diberikan tahun ini. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui kapan realisasi pemberian bibit padi tersebut. ”Informasinya tahun ini dibagikan ke petani,” tegasnya.

Sementara itu, akibat banyak lahan kekeringan dan gagal panen, secara tidak langsung turut mendongkrak harga beras di tingkat pengecer. Dalam dua minggu terakhir, harga beras terus berubah naik. Bahkan, saat ini kenaikan rata-rata Rp 1.000 per kilogram untuk semua jenis beras.

Untuk diketahui, lahan sawah yang mengalami gagal panen akibat kekeringan di Jombang cukup banyak. Dari hasil inventarisir terdata, total ada 5,5 hektare lahan yang mengalami gagal panen pada musim tanam kedua ini.

Paling luas dibandingkan sawah gagal panen akibat serangan wereng batang coklat, tercatat seluas 2,92 hektare.  

Sawah yang terdampak kekeringan itu berada di dua lokasi. Yakni di Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh seluas 4 hektare dan Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan seluas 1,5 hektare. Sehingga total gagal panen akibat kekeringan seluas 5,5 hektare.

Adapun sawah puso karena serangan wereng batang cokelat terdeteksi di tiga desa di kecamatan Megaluh. Meliputi Desa Sumbersari 1 hektare, Desa Turipinggir 0.42 hektare dan Desa Megaluh 1,5 hektare. Sehingga totalnya mencapai 2,92 hektare. (yan/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#petani #sawah #Jombang #kekeringan