Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

17 Embung di Jombang Mengering, 1.300 Haktare Sawah Dipastikan Kesulitan Dapat Air

Anggi Fridianto • Rabu, 16 Agustus 2023 | 13:31 WIB

 

Kondisi waduk Brumbung, di Desa Mangunanan, Kecamatan Kabuh, yang mengering kemarin (12/8).
Kondisi waduk Brumbung, di Desa Mangunanan, Kecamatan Kabuh, yang mengering kemarin (12/8).

JOMBANG – Musim Kemarau langsung berdampak pada sejumlah embung di Jombang. Saat ini, ada total 17 embung di Jombang yang kondisinya kering. Akibatnya, 1.300 hektare sawah di sekitarnya terdampak.

Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menyampaikan, di Jombang total ada 17 embung yang sebagian besar tersebar di wilayah utara Brantas.

”Di wilayah utara Brantas ada 14 embung (yang kering) dan selatan Brantas ada 3 embung,’’ ujarnya melalui Kabid SDA Sultoni, kemarin.

Dia menyebut, kondisi 17 embung itu sebagian besar mengering karena debit air terus turun. Salah satu faktornya, karena tidak memiliki sumber aliran dasar lain selain dari air hujan. 

”Kondisi saat ini secara umum sangat berkurang debit airnya. Karena memang secara fungsi untuk menampung air di musim hujan yang terjadi di sekitar. Sehingga saat musim kemarau otomatis debit berkurang,’’ tambahnya.

Embung-embung tersebut, lanjut dia, secara keseluruhan dibangun oleh pemerintah pusat untuk membantu irigasi sawah di beberapa kecamatan sekitar.

Misalnya di utara Brantas untuk menyuplasi sejumlah kebutuhan air di Kecamatan Kabuh, Plandaan, Ngusikan dan Kecamatan Kudu.

”Ya memang difungsikan untuk pertanian atau irigasi. Kalau dihitung estimasinya untuk 1.300 hektare yang tersebar di utara Brantas dan selatan Brantas,’’ jelas dia, 

Meski ada 1.300 hektare lahan terdampak, para petani diakui sudah paham dengan kondisi tersebut. Mereka yang wilayahnya kesulitan air saat musim kemarau, sebagian beralih ke tanaman yang tidak membutuhkan banyak air. Seperti jagung dan tembakau. ”Jadi saat musim tanam kedua beralih tanaman lain. Bukan padi lagi,’’ jelasnya lagi.

Disingung mengenai perawatan 17 embung tersebut, seluruhnya menjadi wewenang BBWS. Namun, ia mengaku tak lepas tangan jika ada kondisi embung yang mengalami kerusakan.

Misalnya beberapa waktu lalu pihaknya melakukan pemeliharaan pada embung Sidowayah, di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng. ”Selain itu, kita juga rutin melakukan normalisasi agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,’’ pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, memasuki musim kemarau, sejumlah embung tadah hujan di Jombang mengering. Salah satunya embung Brumbung di Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh. Kondisi saat ini mengering.

Selain itu, keluhan juga datang dari petani di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan. Sejak beberapa bulan lalu, kondisi embung Grojogan sudah mengering. Petani pun kelimpungan mencari pasokan air untuk pengairan sawah. (ang/bin/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#embung kering #tadah hujan #Jombang #musim kemarau #utara brantas #pengairan