JOMBANG – Sejumlah petani kangkung di Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, kini sumringah. Harga jual kangkung di pasar, tengah naik dari Rp 1.000 per bongkok/ikat, kini menjadi Rp 1.500.
Seperti Kusnadi, petani kangkung asal Dusun Mabul, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu. Sebagian lahan sawah seluas 2.800 meter persegi itu kini ditanami kangkung.
”Sebenarnya harganya naik-turun, tapi sekarang Alhamdulillah bagus Rp 1.500 satu bongkok,” katanya.
Biasanya, hasil panen kangkung itu dijual ke tengkulak yang juga berasal dari desa setempat. ”Termasuk saya juga tengkulak, terima penjualan dari petani,” imbuh dia.
Kangkung yang sudah dikulak itu kemudian dijual ke sejumlah pasar di Jombang dan Mojokerto. Harganya juga cenderung naik.
”Kalau jual ke pasar satu bongkoknya bisa Rp 2.000. Sehari biasanya saya kirim 5.000 bongkok,” tutur lelaki berusia 45 tahun ini.
Di desanya, menurut Kusnadi, lebih dikenal sebagai kampung kangkung. Selain sebagian petani menanam kangkung, banyak juga tengkulak kangkung.
Dia menyebut, sebelum kangkung dijual, biasanya harus dipotong terlebih dahulu. Utamanya bagian bawah.
”Istilahnya dikepras batang bagian bawah, biar rapi. Nanti sisinya dibuat pakan ternak,” pungkas Kusnadi yang mengaku sudah sejak 10 tahun menjadi tengkulak kangkung. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW