JOMBANG – Dampak kemarau panjang membuat warga Dusun/Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, mulai kesulitan air bersih.
Beberapa warga yang kesulitan air bersih, terpaksa mendatangi sumur-sumur milik warga lain yang masih menyimpan air.
”Sebagian di sini memang sumurnya mengering. Maklum, karena letaknya di atas bukit. Dusun ini letaknya paling tinggi sendiri,’’ ujar Meikasari, 27, salah seorang warga RT 7 Dusun/Desa Marmoyo, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (9/8).
Dia menjelaskan, beberapa sumur warga mulai mengering sejak awal musim kemarau atau sekitar tiga bulan ini.
Beberapa warga ada yang menambah pipa agar bisa menjangkau air yang berada di kedalaman sumur paling bawah.
Sebagian lagi, memilih mengambil air dari sumur warga lain. ”Saya sendiri pakai pompa air karena ini kedalamannya sudah 15 meter,’’ jelas dia.
Ia bersama anggota keluarganya harus memompa air secara manual jika ingin mendapatkan pasokan air bersih. Meski alirannya tak begitu deras, namun kebutuhan air bersih untuk sementara masih teratasi.
”Tidak tahu kalau beberapa bulan ke depan. Karena puncak musim kemarau biasanya pada bulan 10,’’ bebernya.
Beberapa waktu lalu, pemerintah desa setempat juga mengadakan program pengeboran air untuk mengatasi kesulitan air bersih.
Namun setelah di-bor sedalam 125 meter, air tak kunjung keluar. ”Kemudian rencananya akan pindah titik untuk mencari sumber baru,’’ jelas dia.
Sebagai masyarakat kecil ia berharap dalam beberapa hari ke depan, ada dropping air bersih dari pihak-pihak terkait.
”Kalau kami masyarakat kecil harapannya ada perhatian bantuan, misalnya pemasangan pengeboran air atau bantuan air,’’ harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kalaksa BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo, tak menampik jika Kabupaten Jombang telah memasuki musim kemarau. Sejalan dengan itu, beberapa wilayah pinggiran, terpantau kondisi debit air mulai surut.
”Kita sudah mulai masuk kemarau. Tapi kalau kekeringan yang sampai menyentuh kebutuhan vital warga belum ada,’’ jelas dia
Sejauh ini, lanjutnya, BPBD Jombang belum menerima laporan terkait krisis air maupun permintaan dropping air bersih di sejumlah desa. ”Seandainya kalau ada permintaan akan kami tindaklanjuti,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW