JOMBANG – Petani jagung di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, resah. Ini setelah tanaman mereka diserang hama ulat yang membuat pupus daun banyak yang rusak.
Seperti dialami Saguh salah seorang petani asal Dusun Kandangan, Desa Carangrejo. Tanaman jagung miliknya yang berusia 21 hari tiba-tiba tumbuh normal. Sebagian tanaman jagung rusak. ”Daunnya banyak yang bolong diserang hama ulat,” katanya.
Hama ulat itu rata-rata menyerang pupus daun sehingga mengakibatkan daun tak bisa tumbuh normal. ”Kalau dibiarkan, lama-lama semakin banyak yang rusak,” imbuh dia seraya menunjukkan beberapa ulat warna hijau. Tak sedikit di antara ulat itu bersarang di tengah pupus daun.
Begitu daun pupus dibuka, ulat berukuran kecil langsung dimatikan dengan tangan. ”Ini sudah saya semprot obat sekali, ternyata masih banyak,” keluhnya lagi.
Upaya penyemprotan menjadi pilihan terakhir. Dengan harapan, tanaman jagung yang masih berusia muda bisa terselamatkan.
”Paling tidak jagungnya masih hidup, biarpun hasil panen turun,” ujar Saguh sembari menyebut luas lahan miliknya 2.100 meter persegi.
Keluhan senada diungkapkan Rosid petani lain, yang mengaku sebagian besar daun jagung miliknya bolong-bolong. Rusak karena diserang hama ulat hijau. ”Milik saya jagungnya sudah berusia 30 hari setelah tanam,” sambungnya.
Ia juga sudah sudah dua kali melakukan penyemprotan. ”Awal nyemprot masih usia 15 hari sudah kena ulat, lalu disemprot lagi masuk 30 hari,” tutur dia.
Selama ini petani harus berjuang sendiri lantaran tak ada bantuan obat untuk penyemprotan hama ulat. ”Dari dulu sampai sekarang pasti beli sendiri,” pungkas Rosid. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW