JOMBANG - Bangunan tugu yang terkenal dengan sebutan Tugu Pasar Mojowarno makin tak terawat selama belasan tahun. Selain warna cat kusam, di sekitar tugu banyak dipenuhi rerumputan liar. Sebagian pagar juga sudah ambrol dan terlihat bata merah.
"Itu sudah lama dibiarkan begitu saja," ujar Sanoto salah seorang warga sekitar. Ia menyebut, sebelumnya bangunan tugu memang dirawat dengan baik oleh pemerintah desa setempat.
Sebaliknya, sekarang dibiarkan begitu saja. "Sudah ganti tiga periode kades tidak dirawat," katanya. Meski begitu, dia sendiri tidak mengetahui asal mula dan sejarah pembangunan tugu tersebut.
Dikonfirmasi hal ini, Kepala Desa Mojowarno Tatag Yudianto, membenarkan kondisi tugu pasar yang tidak terawat. Sebab, memang tidak dianggarkan dari desa.
Terlebih, pihaknya belum mengetahui sejarah dan asal muasal tugu tersebut. "Setiap kali mencari informasi, ceritanya berbeda-beda. Jadi kami masih mencari informasi sejarahnya," kata dia.
Sepertinya, tugu tersebut masuk kewenangan pasar daerah, mengingat lokasi tugu yang berada di lahan pasar daerah.
"Itu kan berdirinya di pasar daerah, makanya disebut tugu pasar," pungkas Tatag. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW