JOMBANG - Tahun ajaran baru seperti sekarang, mendatangkan berkah buat perajin pouch alias tas untuk alat tulis sekolah. Seperti yang dirasakan perajin pouch di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno Jombang ini. Pesanan kepada mereka, meningkat 10-20 persen dari hari biasa.
Pagi itu, decit suara mesin jahit terdengar lirih di sebuah rumah sederhana Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno. Tumpukan lembar plastik mika bergambar karakter lucu kemudian dijahit sesuai pola. Tak lama kemudian, tas tempat pensil setengah jadi berhasil dikerjakan.
Andi Harsono, 31, salah seorang pengrajin tas mengatakan, pesanan memang tengah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Jelang tahun ajaran baru seperti sekarang, permintaan tas tempat pensil lumayan meningkat. Sehingga produksinya harus dikebut.
”Alhamdulillah produksi meningkat hingga 20 persen sejak memasuki tahun ajaran baru,’’ ujar dia lagi saat ditemui wartawan koran ini.
Pada hari biasa, ia bisa menyelesaikan sekitar 800-900 tas pensil. Namun, menjelang tahun ajaran baru, pesanan tas pensil yang harus dituntaskan lebih banyak. ”Kalau sekarang per hari kisaran 1.150 tas,’’ tambahnya.
Proses pembuatan tas tempat pensil, diawali dengan pemotongan mika dan kain yang memiliki varian warna. Selanjutnya, mika disablon dengan cara manual.
Gambar yang dipilih Andi memang beragam. Mulai gambar kartun, animasi maupun corak-corak lucu. Setelah disablon, mika kemudian dikeringkan. Setelah itu, dijahit dan diberi resleting.
Sejauh ini, tas tempat pensil buatannya banyak dipesan toko-toko yang menjual alat tulis kantor, baik di Jombang maupun luar daerah. Bahkan, dengan pasar digital, kini tas buatannya dipesan hingga Jakarta.
”Pesanan biasanya datang dari toko peralatan sekolah di Jombang, Surabaya, Jakarta dan daerah-daerah sekitar,’’ tambahnya.
Harga per lusin tas pensil cukup terjangkau. Untuk para pelanggannya, Andi biasanya membanderol mulai harga Rp 15.000 – Rp 70.000 per lusin. Harga tersebut, tergantung ukuran, dan jenis bahan yang digunakan. ”Kita jualnya lusinan, mulai Rp 15 ribu sampai Rp 70 ribu,’’ tandas dia.
Dalam sebulan, omzet penjualan tas tempat pensil yang dirasakannya meningkat pesat. Ia mengaku pendapatannya bisa tembus hingga Rp 10 juta. “Ya alhamdulillah, kira-kira Rp 10 juta perbulan jelang tahun ajaran baru ini,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW