Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Indahnya Ragam Tanaman Bonsai dari Ngoro Jombang

Achmad RW • Senin, 10 Juli 2023 | 14:20 WIB
Proses penyiraman bonsai yang dikembangkan di Desa Kauman, Kecamatan Ngoro
Proses penyiraman bonsai yang dikembangkan di Desa Kauman, Kecamatan Ngoro

JOMBANG – Seorang pria di Desa Kauman, Kecamatan Ngoro mengembangkan bisnis bonsai. Ia memanfaatkan pekarangan kosong di belakang rumahnya untuk mengembangkan usaha kreatif ini.

Adalah Darmaji, 40, bersama sejumlah rekannya yang menjalankan bisnis ini. Sekilas kebun di belakang rumahnya terlihat dipenuhi semak belukar. Namun, saat didekati, di sela-sela dedaunan rimbun itu ada sejumlah tanaman bakal bonsai.

Beberapa pot lain terlihat diletakkan di lokasi berbeda, dengan penataan yang lebih rapi. Aneka karya bonsai terlihat sangat memikat mata. Dua orang pria juga terlihat merawatnya. “Kita mulai mengembangkan bonsai ini sejak 5-6 tahun belakangan,” terang Darmaji.

ia menambahkan, beberapa tanaman yang akan dibonsai biasanya ditanam dulu di tanah. “Itu untuk yang awal, kan semuanya dari cangkok,” lanjutnya.

Setelah dirasa cukup, barulah tanaman yang sudah dicangkok itu dipindah ke pot. Proses lanjutannya pun dimulai. “Ada dua jenis biasanya, ada yang bentuknya pembesaran akar, ada juga yang gabungan, jadi beberapa cangkokan digabung,” lontarnya.

Karena dikerjakan bersama sejumlah rekannya, hingga kini sudah ada sekitar ribuan tanaman cangkok di tempat bisnisnya itu. Jenisnya pun beragam, mulai bonsai beringin, cemara hingga bonsai kelapa.

“Memang beberapa itu yang kita kembangkan karena lebih mudah dijual dan dipasarkan,” tambahnya.

Bonsai hasil produksi Darmadji bersama biasa dijual mulai harga Rp 250 untuk yang bentuknya kecil. Yang paling mahal bisa mencapai Rp 10 juta.

“Tergantung ukuran dan kesulitannya. Kalau penjualan ya di sekitar Jawa Timur, yang paling jauh pernah ke Ambon,” pungkasnya. 

Kumpul Bareng, Belajar Bareng

Proses perawatan tanaman bonsai di Desa Kauman, Kecamatan Ngoro
Proses perawatan tanaman bonsai di Desa Kauman, Kecamatan Ngoro

Menjadi pembonsai memang bukan cita-cita Darmaji. Ia mengaku tertarik dengan bisnis ini setelah banyak melihat bentuk bonsai di televisi juga media sosial.

“Awalnya lihat saja, kepengen, terus mencoba buat sendiri, awalnya memang susah,” lanjutnya.

Tak menyerah, ia bersama beberapa rekannya tetap optimistis menekuni usaha kreatif ini. Setelah melalui perjuangan keras, usahanya mereka membuahkan hasil.

“Ya dari kumpul-kumpul saja, terus mulai belajar bersama sampai sekarang bisnis bersama juga ini,” lontarnya.

Hingga kini, ia mengaku sudah membuat 10 jenis tanaman bonsai di pekarangannya itu. Ke depan, ia juga mengaku masih akan terus belajar mengembangkan kreasi bonsai lainnya.

“Ya masih belajar terus, kalau total bijiannya mungkin sudah 1.000 buah bonsai di sini semuanya,” pungkasnya. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#bonsai #Jombang #Ngoro #tanaman hias