JOMBANG – Ada tiga bangunan yang terdampak pada pembangunan proyek irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan). Pembongkaran bangunan terlihat di sebelah barat jalan provinsi masuk Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek.
Kades Balongbesuk M Saifur, menyampaikan pekerjaan proyek memang kembali dilanjutkan yang salah satu lokasinya berada di desanya. ”Ya, pembongkaran sudah dimulai sejak dua hari lalu,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (6/7).
Ia menyampaikan, terdapat tiga bangunan yang terdampak proyek pemerintah pusat ini. Seluruhnya berada di pinggir jalan raya.
”Sebelah barat itu ada dua bangunan dan sebelah timur satu bangunan, lainnya lahan kosong,” imbuh dia.
Saat ini pembongkaran baru dilakukan sisi barat. Untuk sebelah timur dilakukan pengukuran. ”Jadi lahannya sudah dibebaskan 2021-2022 lalu, sejak dibeli sudah ditinggal pemiliknya. Mereka pindah semua,” tutur Saifur.
Dari hasil koordinasi dengan pelaksana proyek, lanjutnya, pekerjaan rencananya bersifat melanjutkan sampai mengarah ke timur. ”Kemarin katanya nyambung dengan bangunan tahun lalu dan menyeberangi jalan raya (jalan provinsi),” bebernya.
Terpisah, Camat Diwek Agus Sholihudin, menyampaikan pembongkaran bangunan sudah dilakukan pihak pelaksana proyek. Setelah sebelumnya menggelar pertemuan di balai desa setempat. ”Sudah dimulai, sebenarnya tinggal diratakan saja,” katanya.
Sampai saat ini, pekerjaan masih berada di Desa Balongbesuk. Untuk yang di sebelah timur jalan, baru diukur karena pembebasan lahan sudah selesai. Agus sendiri tidak mengetahui persis bagaimana teknis pekerjaan proyek tersebut.
”Jadi dari arah barat ke timur, sehingga nyebrang ke jalan raya juga ada sungai,” pungkas Agus. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW