Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hasil Penelitian Keluar, Ini penyebab Retaknya Rumah Warga di Wonosalam Jombang

Anggi Fridianto • Jumat, 7 Juli 2023 | 14:38 WIB

 

Rumah warga mengalami keretakan di Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam
Rumah warga mengalami keretakan di Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam

JOMBANG – Penelitian tim ahli terhadap munculnya retakan belasan rumah di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang rampung. Dari hasil kajian, munculnya retakan disebut bukan akibat patah bumi melainkan retakan tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jombang Bambang Dwijo Pranowo menjelaskan, dari penelitian yang dimulai sejak (23/5) hingga (23/6) tersebut, ada beberapa kesimpulan yang disampaikan.

”Ya penelitian potensi bencana longsor bersama ITS selama 30 hari sudah selesai,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dari hasil penelitian, ia menyebut tim ahli menyimpulkan tiga poin umum. Pertama, Dusun Jumok termasuk ke dalam kawasan rawan bencana kelas tinggi dan sedang.

Kedua, karena masuk kawasan rawan bencana tinggi maka direkomendasikan sebagai kawasan terbatas ketat, yang hanya boleh dimasuki orang terlatih kesiapsiagaan bencana longsor, khususnya warga penghuni 11 rumah yang ada di kawasan tersebut.

Ketiga, kawasan rawan bencana sedang direkomendasikan sebagai kawasan terbatas. Artinya, penduduk dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesiapsiagaan bencana longsor.

”Jadi secara umum, memang kawasan itu masuk kawasan rawan bencana tinggi. Tapi tidak membahayakan seperti angan-angan kami terjadi patahan bumi,’’ jelas dia.

Sesuai rekomendasi tim ahli, warga di daerah tersebut masih dapat menempati Dusun Jumok, namun tetap waspada dan memiliki bekal kesiapsiagaan bencana. ”Jadi tetap bisa tinggal di situ, namun harus tetap waspada,’’ jelas dia.

Menurut dia, jika angan-angan pihaknya benar di kawasan tersebut ada patahan bumi otomatis harus dilakukan evakuasi. ”Tapi bukan patahan bumi. Jadi retak itu muncul karena ada retakan tanah,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, memilih mengungsi dan sebagian lainnya bertahan.

Ini setelah kondisi rumah mereka yang retak-retak bertambah parah (26/5). Sejak muncul keretakan akhir Desember lalu, sudah tiga kali terjadi retakan. 

Pantauan di lokasi, total ada 10 rumah warga yang retak-retak. Kondisi paling parah terpantau di rumah milik Broto. Kini, rumah itu kosong setelah ditinggal pemiliknya mengungsi.

”Pak Broto sudah mengungsi. Tadi pagi dapurnya dibongkar karena hampir roboh,’’ ujar Sugito, 53, salah satu warga kepada Jawa Pos Radar Jombang. (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#penelitian #Jombang #Sambirejo #Rumah Retak #Wonosalam