Kaur Perencanaan Desa Asemgede Darman mengatakan, setelah duiker jebol Februari lalu, warga sekitar hanya mengandalkan duiker sementara. Duiker itu berlantai kayu. ”Mudah-mudahan tahun ini benar-benar diperbaiki,” katanya kemarin.
Padahal, di awal duiker jebol, pemdes mendapat informasi akan diperbaiki secara permanen. ”Hasil rapat terakhir katanya dulu pertengahan tahun, cuma sampai sekarang belum tahu jadi tidaknya,” imbuh dia.
Melihat kondisi duiker sementara yang mulai rusak, pihaknya pemdes hanya bisa menunggu realisasi rencana Pemkab Jombang. ”Sekarang pakai jembatan sementara, biarpun ada kerusakan kecil-kecil,” ujar Darman.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pada bagian duiker sementara memang ada kerusakan. Utamanya pada tanah uruk yang dipergunakan sebagai penguat duiker sementara. ”Urukan sebelah timur kemarin tergerus air waktu hujan, khawatirnya dibiarkan nanti tambah parah,” tutur dia.
Warga sekitar juga sudah melakukan kerjabakti dengan melakukan penambalan. Mengingat duiker itu merupakan akses satu-satunya warga setempat ke Desa Made, Kecamatan Kudu, dan begitu sebaliknya. ”Biar yang lewat tidak jatuh, soalnya kalau kena air jembatan (duiker, Red) kan dari kayu, biasanya licin,” pungkas Darman.
Sebelumnya, pemkab merencanakan penanganan duiker yang jebol dilaksanakan tahun ini. Sekaligus penanganan jalan di ruas Made-Asemgede. Dokumen juga sudah dikirim ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang untuk dilelang.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, melalui sekretaris dinas Imam Bustomi, menyampaikan tahun ini ada paket jalan ruas Made-Asemgede, dan duiker permanen diikutikan paket ruas jalan sesuai dengan spesifikasi (duiker) awal (yang runtuh). ”Masih berjalan dan prosesnya sudah ada di sana,” katanya.
Pantauan di laman resmi LPSE Jombang, paket dengan nama rekonstruksi jalan Made-Asemgede pagu anggaran Rp 1,7 miliar. Dalam kolom tahapan tertulis pembuktian kualifikasi yang dijadwal 5-26 Juni. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW