”Ya sesuai permintaan BPBD, kita dirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makan tim survei dan warga terdampak,’’ ujar Kepala Dinsos Jombang Hari Purnomo, kemarin.
Ia menyiapkan 1 ton beras untuk mencukupi kebutuhan 30 kepala keluarga (KK) beserta petugas di lokasi selama sebulan. ”Sesuai peruntukan, makanan kita berikan dua kali sehari,’’ jelasnya.
Untuk mencukupi kebutuhan konsumsi itu, lanjut dia, puluhan tim ditugaskan secara bergantian. Per tim dikirimkan 10 petugas. ”Jadi selama penelitian aktifitas warga tentu terbatasi. Sehingga kita hadir bersama tim dari ITS Surabaya yang melakukan kajian atau penelitian,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah rumah di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, yang retak-retak dipasang alat Early Warning System (EWS) atau alat sistem peringatan dini untuk mengukur potensi gempa. Alat yang dipasang itu akan berbunyi jika terjadi getaran pada tanah. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW