Albertus Agung Vidi Susanto, Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah XI Jawa Timur menyampaikan, dari hasil ekskavasi di Situs Pandegong, temuan berupa potensi arkeologis memang belum ditemukan secara signifikan. Namun, dari hasil penggalian pondasi candi sisi utara, ditemukan perkerasan batu yang diduga sebagai lantai candi.
”Ya terdapat data baru di mana lantai di bawah pondasi berupa perkerasan bata atau bata yang ditumbuk sebagai perkerasan sebagai dasar pondasi,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (2/6).
Dijelaskan, berdasarkan kondisi di lapangan, bentuk lantai candi di Situs Pandegong bukan terbuat dari tatanan bata merah. Namun, berupa lapisan tanah yang dikeraskan. ”Lantai candi sudah ketemu. Hampir semua kita menggali pada permukaan di mana dugaan lantai tanah budaya orang berdiri. Sebagai halaman candi sudah ketemu, bentuknya tanah datar,’’ jelas dia.
Saat ini, tim masih terus melanjutkan penggalian untuk mengungkap adanya potensi pagar keliling candi. Menurut pria asli Mojoagung ini, Candi Pandegong memiliki kemiripan dengan Candi Masahar yang ada di Situs Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di sana, tim telah menemukan struktur berbentuk memanjang mirip pagar keliling.
”Tahap pertama kita lakukan test Pit tapi tidak menemukan pagar. Hanya menemukan fragmen-fragmen bata. Ternyata sekelilingnya sini pernah dilakukan untuk linggan. Kalau perhitungan kita dari pembanding Situs Gemekan dengan dimensi skalatis, jaraknya pagar sekitar 12 meter dari candi utama. Kalau pagar luarnya sekitar 24 meter,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW