Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi mengatakan, sampai saat ini masih melakukan koordinasi dengan OPD terkait. ”Jadi kami sudah komunikasi dengan disdagrin yang membina pedagang, lalu disporapar yang punya tempat (Stadion Merdeka),” kata Agung dikonfirmasi.
Dua opsi relokasi pedagang tak berubah. Di depan Stadion Merdeka dan di sebelah utara stadion. Meski begitu, pihaknya tetap menunggu persetujuan OPD terkait. ”Untuk stadion ini kita belum sempat kirim surat ke disporapar, karena penggunaan stadion ikut sana,” imbuh dia.
Karena itu, lanjut Agung, direncanakan bakal menggelar pertemuan dengan OPD terkait bersama perwakilan pedagang. ”Jadi sudah kami sampaikan kapan mereka pindah, paling tidak awal Juli tempatnya sudah klir sehingga bisa di tempati (pedagang),” ujar Agung.
Sebab, untuk saat ini paket proyek itu sudah dilelang. Sesuai jadwal, diperkirakan akhir Juni sudah ada pemenang lelang. Sehingga, diprediksi bulan depan pengerjaan di lapangan bakal dimulai. ”Paling tidak sudah siap-siap atau berproses untuk menempati tempat relokasi,” tutur dia.
Meski demikian, menurut Agung, pihaknya menyerahkan ke masing-masing paguyuban dari dua opsi yang ada bakal di tempati berapa pedagang. ”Jadi kami serahkan ke paguyuban atau serikat pedagangnya. Berapa jumlah yang menempati sebelah utara trotoar atau di stadion,” kata Agung.
Sebelumnya, sedikitnya ada 20 pedagang kaki lima (PKL) yang bakal terdampak proyek rehabilitasi trotoar/drainase Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Rencananya, mereka disiapkan dua tempat yang menjadi relokasi berjualan. Masing-masing sebelah utara trotoar dan depan Stadion Merdeka. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW