”Ya ini kami dapat bantuan EWS dari pemerintah kemarin,’’ ujar Sugito, salah seorang warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin. Hanya saja, dari total 11 rumah warga yang terdampak retak-retak itu tak semua dipasang EWS. Sepengetahuan dirinya, ada lima rumah yang dipasang alat tersebut.
”Jadi tidak semua, hanya sebagian, kalau tidak salah adalima rumah,’’ jelas dia. Cara kerja alat tersebut cukup sederhana. Pemilik rumah cukup mencolokkan ke listrik. ”Alat ini ada baterainya, jadi bisa di-cas seperti handphone,’’ pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kalaksa BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo, membenarkan pemasangan beberapa EWS di rumah warga. ”Jadi EWS itu tujuannya untuk mengukur getaran tanah. Alat tersebut akan bunyi jika ada getaran tanah, sehingga masyarakat bisa segera mengevakuasi diri,’’ ujar dia melalui Stevy Maria Supervisor BPBD Jombang.
Menurutnya, hanya beberapayang kondisi keretakan cukup parah serta kondisi tingkat kemiringan tanah lebih signifikan dari rumah lain, yang dipasang EWS. ”Ya khususnya kita pasang di rumah yang tingkat kemiringannya paling signifikan. Sehingga alat bisa berfungsi optimal,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW