Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Rumah Retak, Warga Mulai Kemasi Surat Berharga, Sebagian Mengungsi

Achmad RW • Sabtu, 27 Mei 2023 | 14:50 WIB
Sugito, 53, warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, menunjukkan rumahnya yang mengalami keretakan.
Sugito, 53, warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, menunjukkan rumahnya yang mengalami keretakan.
JOMBANG – Sebagian warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, memilih mengungsi dan sebagian lainnya bertahan sembari mengemasi surat-surat berharga. Ini setelah kondisi rumah mereka yang retak-retak bertambah parah. Sejak muncul keretakan akhir Desember lalu, sudah tiga kali terjadi retakan susulan.

Pantauan di lokasi Kamis (26/5), total ada 10 rumah warga yang retak-retak. Kondisi paling parah terpantau di rumah milik Broto. Kini, rumah itu kosong setelah ditinggal pemiliknya mengungsi. ”Pak Broto, sudah mengungsi. Tadi pagi dapurnya dibongkar karena hampir roboh,’’ ujar Sugito, 53, salah satu warga kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pria asli Dusun Jumok ini menceritakan, sejak akhir 2022 lalu sampai sekarang, ada 10 rumah warga yang retak-retak akibat cuaca ekstrem. Kini, kondisinya makin parah. Sebagai contoh rumah miliknya, jumlah bagian yang retak-retak bertambah. ”Rumah saya, awalnya retak akhir 2022 lalu. Lalu, sekitar April dan terakhir 15 hari lalu. Sehingga terjadi retakan tiga kali,’’ tambahnya.

Ia kemudian menunjukkan sejumlah titik tembok rumahnya yang retak. Mulai ruang tamu, ruko, tembok ruang tengah dan paling parah ada di dapur. ”Di dapur paling parah. Keretakan semakin besar,’’ jelas bapak tiga anak ini.

Sugito memilih tetap tinggal dirumahnya bersama istri dan anaknya. Namun sebagai antisipasi ia mulai mengemasi surat-surat berharga. Baik surat tanah, kendaraan bermotor, surat nikah, ijazah dan surat berharga lainnya dalam sebuah koper. Menurutnya, hal itu sebagai upaya antisipasi ketika terjadi apa-apa. ”Meskipun setiap hari kami berdoa, jangan sampai terjadi apa-apa,’’ harapnya.

Setiap kali hujan turun, ia dan warga lainya selalu dilanda kecemasan. Bahkan, tak sedikit warga yang berlari ke tengah jalan karena khawatir terjadi tanah longsor. ”Ya, misalnya saat hujan dua minggu kemarin. Saya sudah siap-siap. Istri saya minta ngungsi di rumah tetangga dan saya jaga-jaga di rumah,’’ ceritanya.

Ia menyebut, ada 10 rumah warga yang retak-retak. Sebagian berada di sisi timur jalan. Sedangkan, sisi barat masih aman. ”Karena sisi timur jalan ini kondisinya berada di lembah. Elevasinya naik turun,’’ jelas dia.

Kepala Desa Sambirejo Sungkono, secara terpisah menyampaikan, ada kegiatan penelitian yang dilakukan BPBD Jatim berkaitan dengan rumah warga yang retak-retak. Harapannya, hasil penelitian tersebut bisa menjawab keresahan warga. Sekaligus bisa memastikan penyebab retakan. “Dampaknya berbahaya atau bisa diantisipasi,’’ ujarnya.

Hingga kini total ada 10 rumah dari total 30 kepala keluarga yang terdampak retak-retak. ”Beberapa waktu lalu sudah disurvei BPBD Jatim dan Jombang, saat ini kami menunggu tindaklanjutnya,’’ pungkas dia. (ang/bin/riz)

  Editor : Achmad RW
#Jumok #Jombang #Bencana alam #Sambirejo #Rumah Retak #Wonosalam