Pantauan di lokasi, terlihat setiap petak sawah di Dusun Carangpranti, Desa Carangrejo, terdapat tempat sumur bor. Tak sedikit yang membuat mesin pompa di pinggiran petak sawah. Setiap saat, sumur bor itu dipompa dan airnya dialirkan ke sawah.
”Musim tanam kedua di sini (Carangrejo, Red) pasti pakai pompa, karena pengairan agak sulit,” kata Wibi Hariono, salah seorang petani. Seperti tanaman padi miliknya yang berusia 3 minggu juga banyak membutuhkan air. Ia bahkan sudah kali ketiga mengairi sawah.
Tidak hanya kali ini, menurutnya hampir setiap tahun saat musim kemarau tiba, petani selalu mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah. Penyebabnya, irigasi dalam keadaan kering. ”Sebenarnya sudah ada irigasi, tapi kadang nggak ada airnya, kalau musim hujan banjir,” imbuhnya.
Sejak tanam hingga panen, ia membutuhkan hingga 12 kali memompa sumur bor. Sehingga bisa ditebak, biaya operasional yang dikeluarkan bertambah cukup banyak. Terutama kebutuhan bahan bakar sumur bor. ”Sekarang sudah tidak pakai pertalite, banyak yang elpiji karena lebih irit,” tutur Wibi.
Rata-rata, mesin pompa milik petani diubah. Tak lagi menggunakan bahan bakar minyak, melainkan elpiji melon 3 Kilogram. ”Satu kali mengairi sawah mulai pagi pukul 07.00-14.00 itu habis satu tabung,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni, mengakui bila sejumlah desa di Kecamatan Kesamben selama musim kemarau memang pengairan sawah tersendat. Sehingga petani secara mandiri menggunakan mesin pompa air.
”Jadi di sana agak beda, secara sistem pengairannya ikut Daerah Irigasi Mrican Kediri,” katanya. Dijelaskan, ada banyak kendala sehingga pengairan sawah sering tersendat saat masuk musim kemarau. Terutama di wilayah hilir yang menerima pembagian air.
”Lalu beberapa hari terakhir di DI Mrican ada kendala, sehingga ada pengurangan air 3 meter kubik, di hulu mungkin tidak terdampak. Tapi di hilir pasti ikut merasakan imbasnya,” tutur dia. Sehingga banyak petani yang kemudian menggunakan sumur bor. ”Antisipasinya pakai mesin pompa air,” pungkas dia. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW