Jemari perempuan berjilbab hitam itu terlihat cekatan saat menggunting satu persatu pola yang digambar dalam selembar kain. Setelah menata beberapa hiasan, ia kemudian merekatkannya satu persatu. Sejurus kemudian, ornamen itu dirangkai dan menjadi sebuah buket lucu nan cantik.
”Saya baru memulai usaha ini Oktober atau setahun lalu. Awalnya belajar otodidak dari internet maupun Youtube. Kemudian saya tekuni sampai sekarang,’’ ujar Choirul Hidayah kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Ibu satu anak ini mengatakan, pesanan paling banyak terlihat saat momentum musim hajatan dan wisuda. Baik jenjang SMP atau SMA maupun kuliah. ”Biasanya satu hari satu pesanan. Namun yang paling banyak biasanya pas wisuda atau musim hajatan,’’ tambahnya.
Sejak memulai usaha pembuatan buket bunga, pendapatannya kian bertambah. Ia juga tetap bisa melakukannya sembari berjualan seperti biasa. ”Ini bisa disambi melakukan aktivitas lain. Kuncinya harus telaten dan sabar,’’ papar dia.
Ia menyebut, satu buket bunga dijual dengan harga cukup terjangkau. Mulai Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu tergantung permintaan. Bahkan, ia juga melayani pemesan jika ingin menambahkan barang atau ornamen tertentu. ”Ya, bisa sesuai permintaan,’’ tambahnya.
Sejauh ini, Choirul Hidayah baru menjangkau pasar lokal sekitar Jombang. Pemasarannya juga terbatas karena ia hanya menggunakan pemasaran secara online. ”Pelanggannya masih rata-rata sekitar Jombang. Satu persatu pelanggan mengetahui dan banyak yang pesan secara pribadi untuk kado maupun hadiah lain,’’ pungkas dia. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW