Pantauan di lokasi, tampak sejumlah lubang menganga terpantau di depan SMPN 1 Sumobito yang terletak di Desa Segodorejo. Kondisinya cukup parah hingga membuat pengendara yang melintas harus antre, gantian lewat agar tak terjerembab lubang jalan.
Berjalan ke arah barat, kondisinya makin parah ketika melintas di Desa Sebani. Sejumlah ruas terpantau rusak dan menjadi genangan air. ”Jalur ini menghungkan desa Sebani dan Segodorejo,’’ terang Suyanto, 62 warga Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (9/5).
Ia menilai, kerusakan jalan tersebut masuk dalam kategori parah karena dihiasi banyak lubang besar. ”Ini kedalamannya kira kira 15-20 sentimeter,’’ tambahnya sembari memegang ranting yang dicelupkan ke dasar lubang jalan.
Ia mengatakan, jalur alternatif yang menjadi penghubung antardesa di Kecamatan Sumobito tersebut sudah rusak sekitar dua tahun. ”Sebagian sudah di aspal (diperbaiki), tapi sebagian belum,’’ jelas dia.
Padahal, jalan tersebut cukup penting. Selain menghubungkan antardesa di Kecamatan Sumobito juga menghubungkan ke beberapa sekolah, salah satunya SMPN 1 Sumobito. ”Ya kalau lewat jalan besar itu muter anak anak. Selain itu juga bahaya. Makanya lewat sini lebih aman,’’ tandasnya.
Ia sendiri sering kasihan melihat anak-anak sekolah setelah seragamnya jadi kotor akibat terkena cipratan air hujan yang menggenang di jalan. ”Kadang saya buatkan saluran pembuang dari jalan yang digenangi air,’’ tandas dia lagi.
Karena itulah dirinya berharap kerusakan jalan bisa segera diperbaiki. ”Ya harapannya segera diperbaiki pemerintah. Sebab, jalan ini mempunya akses penting,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW