’’Adanya halalbihalal dan rutinan istighotsah yang digelar Ikappdar Jombang ini menunjukkan bahwa anda semua santri sejati,’’ tutur pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis PP Darul Ulum Rejoso ini.
Di pesantren, santri diajak baca istighotsah setiap hari usai salat Subuh. ’’Sudah lulus dari pesantren kok masih mau rutin baca istighotsah, itu berarti anda santri sejati,’’ ucap ketua DPC Demokrat Jombang ini.
Karakter santri yang sejati terlihat setelah lulus. ’’Kalau masih tinggal di pesantren kemudian akhlaknya baik, itu biasa. Tapi kalau sudah lulus kok masih tetap menjalankan kebiasaan positif di pesantren, itu baru hebat,’’ tegasnya.
Bendahara Ikatan Sarjana NU (ISNU) Jombang ini berharap, rutinan halalbihalal dan baca istighotsah itu terus dijaga. Agar hati para santri terus tersambung dengan para kiai dan pendiri pesantren Darul Ulum Rejoso. ’’Jika hati kita nyambung dengan para kiai, maka kita akan mudah mengamalkan ilmu yang diperoleh di pesantren,’’ urai alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri.
Sambungnya hati melalui doa itulah yang membuat ilmu manfaat dan berkah. ’’Kalau ilmu kita manfaat dan berkah, maka harta dan keluarga kita juga berkah,’’ papar tokoh kelahiran 23 Maret 1975 ini.
Sehingga harta dan keluarga kita bisa menjadi penghantar menuju surga. ’’Semoga dengan halalbihalal dan istighotsah ini, dosa-dosa kita yang berhubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia semuanya diampuni,’’ harap ketua MPC Pemuda Pancasila dan ketua induk cabang olahraga kempo (Perkemi) Jombang ini. (jif/naz/riz) Editor : Achmad RW