Tampak deretan motor berbaris rapi di atas trotoar. Di lokasi juga terlihat ada tukang parkir. Tak jauh dari lokasi, tampak mulai muncul titik-titik kerusakan keramik trotoar. ”Itu sudah lama, bahkan sejak trotoar belum direhab, waktu itu jalur sepada juga dijadikan lahan parkir,” ungkap Intan, salah satu warga di lokasi.
Saat ini, setelah trotoar sudah direhab bagus, ternyata praktik itu juga tetap jalan. ”Padahal trotoar kan haknya pejalan kaki, selain itu juga berisiko merusak trotoar. Itu keramiknya banyak yang sudah rusak,” ungkapnya.
Sementara itu, Budi Winarno, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang mengaku belum mendapat laporan terkait trotoar Jl KH Wahid Hasyim dijadikan lahan parkir. ”Secepatnya kita akan terjunkan tim ke lapangan,” tegasnya.
Budi menegaskan, trotoar tidak boleh dijadikan lahan parkiran. ”Kami akan klarifikasi terlebih dahulu. Yang jelas memang tidak boleh digunakan untuk parkir,” pungkas Budi. (yan/naz/riz) Editor : Achmad RW